MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 30 Desember 2017 15:03
Ajak Warga Doa Bersama
AKSI DAMAI: Aktivis IMM dan IPM menentang perayaan menyambut malam pergantian tahun dengan berfoya-foya.

PROKAL.CO, TARAKAN - Malam pergantian tahun sudah di depan mata. Momen ini pun sering dimanfaatkan sebagian warga untuk hura-hura. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara menyayangkan jika malam pergantian tahun disambut dengan hura-hura.

“Kami minta perayaan tahun baru itu lebih baik dilaksanakan dengan kegiatan yang positif seperti menggelar doa (zikir) bersama," ujar Syamsi Sarman, Wakil Ketua MUI Kaltara, Jumat (29/12).

Menurutnya, perbuatan hura-hura tidak ada manfaatnya, bahkan terkesan mubazir. Sementara Allah SWT, kata dia, tidak menyukai orang-orang yang melakukan hura-hura berlebihan.

Apalagi di zaman sekarang, kegiatan hura-hura banyak dimanfaatkan untuk berbuat maksiat. Misal, meminum minuman keras, pesta narkoba, pesta seks dan membakar petasan.

"Kami berharap masyarakat tidak berlebihan untuk merayakan tutup tahun 2017 ke 2018, karena hura-hura itu tidak mencerminkan ajaran Islam," tegasnya.

Sebaiknya, lanjut dia, momentum pergantian tahun dapat dijadikan bahan introspeksi diri agar tahun depan menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga berharap di tahun depan pemerintah daerah dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Khusus Kota Tarakan, Syamsi Sarman berharap pelaksanaan pilkada tahun depan berlangsung aman, damai dan kondusif tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Sementara itu, puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar aksi damai di depan Grand Tarakan Mall sekira pukul 16.30, kemarin.

Aksi damai ini dilakukan untuk mengingatkan agar malam pergantian tahun tidak dilakukan dengan cara berfoya-foya. Apalagi, hingga menjurus ke arah perbuatan maksiat.

“Tidak dapat kita pungkiri lagi 40 persen penduduk Tarakan terdiri dari pemuda, maka dari itu aksi ini bukan untuk menghilangkan secara langsung, tetapi kita mengurangi sedikit demi sedikit hingga menghilangkan secara permanen budaya barat,” ujar Murot, salah seorang aktivis organisasi tersebut. (mrs/*/may/fen) 


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 17:58

Dua Gugur karena Usia

REKRUTMEN calon direksi dua badan usaha milik daerah (BUMD) yang…

Kamis, 18 Juli 2019 14:39

PLTG Tak Beroperasi = Pemadaman Bergilir

TARAKAN – Masyarakat Tarakan kembali harus merasakan pemadaman bergilir selama…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Tak Semua Diakomodasi, Usulan KPU Bakal Dipangkas

USULAN anggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan Komisi…

Rabu, 17 Juli 2019 14:09

Pengemudi Truk Crane Jadi Tersangka

TARAKAN – Polres Tarakan menetapkan pengemudi truk crane berinisial AN…

Selasa, 16 Juli 2019 13:39

Target 10 Hari Tetapkan Tiga Nama

TARAKAN – Tahapan seleksi calon sekkot Tarakan telah berakhir sejak…

Senin, 15 Juli 2019 16:03

Tambah Rombel atau Sekolah Baru

TARAKAN – Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik…

Senin, 15 Juli 2019 16:02

Rencana Sekolah Baru Dikurangi

TARAKAN – Pemkot Tarakan akan merealisasikan janji membuka SMP baru…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:16

Keluarga Korban Akui Santunan Sudah Diberikan

TARAKAN – Santunan terhadap korban kebakaran di stasiun pengumpul utama…

Jumat, 12 Juli 2019 13:37

BKIPM Awasi Peredaran Ikan Invasif

TARAKAN – Pengawasan terhadap ikan invasif yang berasal dari sejumlah…

Kamis, 11 Juli 2019 15:13

CJH Asal Tarakan Diberangkatkan 2 Agustus

TARAKAN - Calon jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan meninggalkan Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*