MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 10 Januari 2018 11:59
Selangkah Lagi Kaltara Otonomi Penuh

Penyerahan Sertifikat Direncanakan oleh Mendagri

OTONOMI PENUH: Mendagri Tjahjo Kumolo saat disambut Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di Bandara Juwata Tarakan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, align="left">TANJUNG SELOR – Selangkah lagi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi menyandang status otonomi penuh. Menurut Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, dari 10 item persyaratan, tinggal menunggu satu item lagi yang segera dipenuhi.

 

Untuk diketahui, pada 22 April 2018, Kaltara genap berumur 5 tahun atau 1 lustrum. Sebelum genap 1 lustrum, Kaltara masih dalam tahap penilaian oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

 

Gubernur mengungkapkan, dari 10 item penilaian yang menjadi syarat untuk menjadi daerah otonomi penuh, provinsi paling muda di Tanah Air ini sudah menuntaskan 9 item. Satu item yang tersisa hanya penyelesaian batas wilayah.

 

“Sejak dibentuk, sudah ada beberapa batas wilayah kita yang sudah selesaikan. Sekarang tinggal dua yaitu batas Nunukan-Tana Tidung, dan batas Bulungan-Berau (antarprovinsi),” ungkap Irianto, belum lama ini.

 

Gubernur meminta kepada jajarannya untuk segera menuntaskan batas wilayah tersebut. Utamanya, kepada pemerintah kabupaten yang berbatasan, Gubernur berharap untuk tidak saling bertahan, dan secepatnya menyepakati batas wilayah keduanya.

 

Harapan lainnya, pada saat HUT ke-5 Kaltara nanti, semua item yang menjadi persyaratan telah terpenuhi. Terlebih item batas wilayah. “Paling lambat, saya minta tahun ini sudah tuntas,” tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Biro Pemerintahan Datu Iqra Ramadhan mengaku pesimistis dua batas wilayah antara Nunukan-Tana Tidung bisa dituntaskan sebelum 22 April 2018, walau penyelesaian batas wilayah tersebut sudah diserahkan ke Kemendagri untuk difasilitasi.

 

“Kami rasa belum bisa, karena masih tarik ulur,” katanya.

 

Bupati Nunukan Hj Laura Hafidz dan Bupati Tana Tidung H Undunsyah, kata Datu Iqra, belum menyepakati batas wilayah yang disengketakan. Begitu juga batas Bulungan-Berau, belum ada kesepakatan antara Bupati Bulungan H Sudjati dan Bupati Berau H Muharram. Termasuk Pemprov Kaltara dan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim). 

 

Namun demikian, belum selesainya dua batas wilayah tersebut tidak akan menghambat Kaltara menjadi sebuah provinsi dengan otonom penuh. Sebab, kata Datu Iqra, Kaltara sudah memenuhi 96 persen kriteria atau item yang dievaluasi oleh Kemendagri.

 

“Artinya, tinggal batas wilayah itu saja. Itu pun tidak sampai 1 item sebetulnya, karena item batas wilayah keseluruhan sudah ada yang bisa diambil jalan kesepakatan,” ujarnya. 

 

Perlu diketahui juga, item penilaian DOB mencakup pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD), pengisian personel, pengisian keanggotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan atau APBD, pengalihan aset, personel, dan dokumen, penetapan batas wilayah, penyediaan sarana-prasarana pemerintahan, penyediaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan pemindahan ibu kota bagi daerah yang ibu kotanya dipindahkan. 

 

Hal-hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomi Baru. 

 

“Karena tersisa sedikit lagi item penilaian yang belum kita penuhi, kita semua optimistis Kaltara akan jadi daerah otonom sepenuhnya. Tidak akan dikembalikan ke daerah induk (Kaltim),” sebutnya.

 

Sebelumnya, Gubernur pada acara ramah tamah peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama, beberapa hari lalu, mengatakan menginjak usia yang ke-5, Kaltara akan dievaluasi apakah layak atau tidak menjadi otonomi daerah sepenuhnya.

 

Gubernur juga berencana mengundang Mendagri Tjahjo Kumolo untuk hadir dan menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-5 Kaltara pada 22 April mendatang, sekaligus penyerahan sertifikat daerah otonomi penuh. (humas)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 14:45

Pemprov Kenalkan Bahaya Rabies ke Pelajar

TANJUNG SELOR – Pengenalan dan pencegahan bahaya rabies, menjadi sasaran…

Jumat, 19 Juli 2019 14:44

Pemprov-KPPPA Gelar Pelatihan PUG dan PUHA

TANJUNG SELOR – Pengetahuan masyarakat, khususnya sumber daya manusia (SDM)…

Jumat, 19 Juli 2019 14:43

Kapolri Akui Ada Peranan Gubernur

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak memungkiri terbentuknya…

Jumat, 19 Juli 2019 14:43

Pembangunan Guest House Ditarget Agustus

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan membangun guest house…

Kamis, 18 Juli 2019 14:52

Kelas RSUD Tarakan Turun, Pemprov Siapkan Surat Tanggapan

TANJUNG SELOR – Berasarkan hasil review atau peninjauan ulang terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 14:49

56 Peserta Ikuti Tes Kesehatan

TANJUNG SELOR – Setelah menjalani seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan…

Kamis, 18 Juli 2019 14:48

Gubernur Tegaskan Komitmen dan Aksi Nyata Berantas KKN

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Kamis, 18 Juli 2019 14:46

Disperindagkop Kendalikan Harga Beras

TANJUNG SELOR – Komoditas beras menjadi penyumbang garis kemiskinan terbesar…

Kamis, 18 Juli 2019 14:42

Pembentukan Balai BPOM Kaltara Jadi Prioritas

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Rabu, 17 Juli 2019 14:15

Pemprov Kirim 16 Orang ke BLK Samarinda

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*