MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 14:12
Terkait Dugaan Pencemaran Sungai, Warga Disarankan Tidak Sebar di Medsos
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kondisi perairan di Bulungan yang diduga tercemar limbah mulai dikeluhkan oleh para nelayan. Pasalnya, hasil tangkapan ikan para nelayan terus mengalami penurunan jumlahnya akibat kondisi tersebut.

Dugaan pencemaran itu disampaikan salah seorang warga di media sosial. Dikonfirmasi terkait dugaan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Edi Suharto mengaku tidak mengetahui informasi tersebut, karena belum ada laporan yang masuk.

Jika ada kejadian hanya disebar di media sosial seperti Facebook, kata dia, tidak terpantau. Apabila ada kejadian seperti pencemaran tersebut, masyarakat bisa melaporkan di pos pengaduan DLH Kaltara.

Edi mengatakan, dirinya tidak bisa menduga-duga ketika ada pemberitaan tentang kejadian pencemaran lingkungan. Harus ada laporan resmi yang masuk, kemudian bisa ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.

Dugaan adanya pencemaran limbah kelapa sawit yang membuat banyak ikan mati di daerah muara Bulungan, kata Edi, kemungkinannya cukup kecil. Sebab, perusahaan perkebunan kelapa sawit rata-rata berada di daerah hulu yang jauh dari muara Bulungan.

“Kalau di hulu kecil peluangnya sampai ke muara karena sudah larut lebih dulu dan jaraknya dari hulu ke muara juga jauh, puluhan kilometer. Ini kemungkinan pertama kalau pencemaran dari limbah kelapa sawit,” terang Edi saat ditemui pada Kamis (22/2).

Kemungkinan lain adanya penurunan dan kematian ikan, lanjutnya, adalah penggunaan racun thiodan oleh para petambak yang ada di dekat muara sungai. Apalagi, daerah muara memang diketahui banyak terdapat tambak-tambak udang milik masyarakat. Dan, ketika pascapanen, para petambak biasanya menggunakan racun thiodan untuk membersihkan tambak-tambaknya.

Dengan racun thiodan, udang dan ikan yang masih ada di tambak dipastikan akan mati tanpa bersisa. Jika air yang tercampur racun thiodan masuk ke perairan, maka akan memengaruhi makhluk hidup di perairan tersebut.

“Nanti kami akan cek bersama DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), Dinas Pertanian, dan (instansi terkait) Bulungan. Ini perlu diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium,” kata dia.

Edi pun mengimbau agar pemilik tambak yang ada untuk mengurangi penggunaan racun thiodan ketika membersihkan tambak. Sebab, dampaknya sangat luas terhadap lingkungan. Pemilik tambak bisa menggunakan alternatif lain untuk membersihkan tambak yang lebih ramah lingkungan.

Sementara, untuk perusahaan kelapa sawit juga diperintahkan untuk tidak membuang limbahnya, terutama limbah cair ke perairan. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Jika perusahaan sengaja membuang limbah ke sungai, maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo Pasal 104 UU PPLH.

Pasal 60 disebutkan setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Sedangkan di Pasal 104 dikatakan bahwa setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

“Kalau untuk perusahaan, juga akan memengaruhi penilaian proper. Nilainya akan jelek, bisa merah. Kalau terbukti membuang limbah ke sungai, dicabut izinnya,” tegasnya.

Namun, perusahaan bisa melakukan pembuangan limbah ke perairan dengan syarat sudah memiliki Izin Pengelolaan Limbah Cair (IPLC). Limbah kelapa sawit yang dihasilkan harus dimasukkan lebih dahulu ke dalam kolam treatment untuk dilakukan perlakuan khusus sebelum dibuang. Hasilnya, pH air limbah harus di antara 6-9 (netral). Selain itu, juga harus diuji dengan menggunakan ikan yang dimasukkan ke air limbah yang sudah di-treatment tersebut untuk melihat apakah ikan bisa hidup. Jika ikan bisa bertahap hidup, maka bisa dibuang ke perairan.

Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan DLH Kaltara Mastiah menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi terkait pencemaran lingkungan bisa melakukan pengaduan secara resmi ke DLH. Namun, untuk pengaduan harus dilengkapi dengan identitas lengkap disertai bukti dokumentasi. Selain itu, pelapor juga akan dimintai keterangan terkait pengaduannya.

“Pelapor juga harus mengisi formulir pengaduan. Kami juga harus ada pegangan sebelum melakukan tindak lanjut,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*