MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 25 Februari 2018 14:38
Albothyl Resmi Dilarang, Penarikan Di-deadline Sebulan
TAK BOLEH BEREDAR: Obat Albothly sudah dilarang dijual karena dinyatakan mengandung Policresulen.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Albothyl kini resmi dilarang dijual karena pembekuan izin edar obat yang mengandung Policresulen cairan obat luar konsentrat. Bahkan, surat edaran perihal penarikan obat tersebut sudah diberikan ke masing-masing apotek, tak terkecuali yang ada di Bulungan.

Penarikan itu berdasarkan surat PT Pharos Indonesia Nomor 045/EXT/QA-PI/I/2018 dan PT Faratu Nomor 047/EXT/QA/004/II/2018. Dalam surat tersebut tertuang bahwa Albothyl concentrate 5 mili liter (ml), 10 ml, 30 ml dan Medisio concentrate 5 ml dan 10 ml.

Penarikan dilakukan hingga ke area outlet terkecil yang menjual dan untuk sementara produk ini tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan kembali. Produk tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke PT Pharos Indonesia dan PT Faratu. 

"Beberapa hari lalu surat edaran itu kami terima. Obat itu sudah tak ada kami jual," ucap Fikri, apoteker di Jalan Sengkawit, kemarin (24/2). 

Adanya surat resmi itu, maka produk ditarik melalui distributor. Selanjutnya diserahkan kembali ke pabriknya. Menurutnya, surat edaran dikeluarkan pabrik, lalu distributor yang bertugas menarik dari peredaran. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan Idewan Budi Santoso mengakui surat edaran agar Albothyl ditarik dari peredaran pun dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terhitung sejak Rabu (21/2) lalu. 

"Adanya surat edaran itu kami tindaklanjuti terhadap apotek-apotek yang ada agar ditarik oleh distributor, lalu dikembalikan ke pabriknya," ujarnya. 

Jangka waktu yang diberikan untuk menarik obat itu paling lama sebulan. Apabila masih ditemukan apotek menjualbelikan obat jenis tersebut, bisa ditindaklanjuti.  "Sudah ada sanksi larangan. Bila masih ditemukan, kami serahkan ke Disperindagkop dan kepolisian," tegasnya. 

Di lain pihak, Kepala Balai POM Samarinda Fanani Mahmud mengatakan, proses penarikan produk obat diberi jangka waktu sebulan setelah adanya surat pemberitahuan. "Masyarakat agar tak lagi gunakan Albothyl, karena sudah ada indikasi yang mengandung dalam obat itu," ujarnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*