MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 08 Maret 2018 13:32
Desak Kementerian PU Keluarkan Izin Bendungan
Irianto Lambrie

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Potensi sungai di Kaltara untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memang memikat banyak investor dari dalam dan luar negeri. Termasuk perusahaan asal Tiongkok, China Gezhouba Group.

Namun, perusahaan yang sudah siap membangun PLTA di Kaltara adalah PT Kayan Hidro Energy (KHE) yang kini tinggal menunggu izin bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rencana pembangunan PLTA Kayan I oleh PT KHE juga sudah dibantu oleh Pemprov Kaltara, khususnya untuk mempercepat keluarnya izin bendungan tersebut. Keluarnya izin bendungan sendiri perlu mempertimbangkan berbagai aspek dan kajian. Termasuk meminta rekomendasi Komisi Keselamatan Bendungan.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie berharap dalam dua bulan ke depan Kementerian PUPR sudah bisa mengeluarkan izin tersebut. Namun, syaratnya PT KHE harus melengkapi syarat-syarat yang diperlukan tim di kementerian yang dipimpin Basuki Hadimulyono tersebut.

Irianto menyatakan Pemprov Kaltara mendorong agar izin konstruksi itu bisa segera diterbitkan. Pasalnya, komunikasi di tingkat pusat, baik Presiden Joko Widodo maupun menteri di kabinet sudah dilakukan.

"Setiap kali ada kesempatan bertemu dengan pejabat pemerintah di pusat, kami sampaikan," ujarnya, kemarin (7/3).

Kelanjutan pembangunan PLTA Kayan ini memang cukup penting guna mendukung pengembangan beberapa proyek strategis nasional di Kaltara. Seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kota Baru mandiri (KBM) Tanjung Selor dan lainnya. Apalagi, kebutuhan energi di Kaltara hingga 2037 mendatang diperkirakan mencapai lebih 1.500 megawatt.

"Ketika PLTA itu jadi listriknya bisa langsung disuplai ke kawasan industri, masyarakat dan keperluan lainnya," imbuhnya.

PT KHE sendiri saat ini juga tengah melakukan pembebasan lahan seluas 115 hektare untuk berbagai keperluan pendukung pembangunan PLTA tahap pertama. Lahan yang sudah dibebaskan sendiri sudah mencapai 108 hektare. Itu berdasarkan penyampaian Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala. PT KHE masih berkomunikasi dengan pemilik lahan terkait tanah yang belum dibebaskan, karena harganya belum mencapai kata sepakat. (rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 13:15

Polisi Tunggu BB Celana Dalam

TANJUNG SELOR – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan…

Senin, 25 Maret 2019 12:50

‘Cantik-Cantik’ Nyolong Motor

TARAKAN – Nur Aini (31), harus berurusan dengan polisi karena…

Senin, 25 Maret 2019 11:57

Gelar Sayembara, Undang Warga Ikut Coffee Morning

Media sosial menjadi salah satu sarana yang dipilih Pemkot Tarakan…

Senin, 25 Maret 2019 11:54

Peringatan Tak Mempan, Pengetap BBM Diancam Pidana 3 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Tiga unit mobil dengan tangki modifikasi, diamankan…

Minggu, 24 Maret 2019 14:59

Rumah Warga Dihantam Longsor

TARAKAN – Tanah longsor dan banjir masih menjadi persoalan serius…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:10

Besok Ditarget Normal

Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Tarakan dan Tanjung Selor,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:07

Pembangkit PT SAS Mati Total

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik bergilir untuk wilayah Tanjung Selor…

Jumat, 22 Maret 2019 14:20

Kerja Sama Indonesia – RRT, PLTA Kayan Masuk Prioritas

NUSA DUA – Kerja sama antara Indonesia dengan Republik Rakyat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:17

Kapolda: Almarhum adalah Pahlawan Bangsa

Lagu gugur bunga mengiringi keberangkatan jenazah almarhum Bharatu Anumerta Muhammad…

Jumat, 22 Maret 2019 14:13

Hantam Orang Menyeberang Jalan, Nyawa Mahasiswi Melayang

TANJUNG SELOR - Nasib nahas menimpa Reka (19), warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*