MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 12:45
Warga Tertipu Alat Penghemat Daya Listrik
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penjualan alat penghemat listrik oleh oknum yang mengatasnamakan petugas atau mitra dari PT PLN, memakan korban. Pasalnya, alat yang dijual ternyata tidak memberikan dampak terhadap pemakaian listrik warga.

Seperti diungkapkan Salamah, warga Simpang Amal, Kelurahan Mamburungan yang mengaku menjadi korban penipuan alat penghemat listrik oleh oknum yang mengatasnamakan petugas PLN. Dia ditawarkan alat penghemat listrik dari harga Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta.

“Namanya kita orang tua kurang informasi, jadi saya beli alat itu. Karena bahasa dari petugasnya juga meyakinkan kalau alat tersebut ampuh untuk menghemat pemakaian listrik,” ujarnya, Senin (12/3).

Namun, setelah digunakannya alat tersebut tidak ada yang berubah pada pemakaian listriknya. Dia mengungkapkan, jika bahasa dari sales yang mengatasnamakan PLN itu seolah-olah menghipnotis hingga membuatnya membeli 2 unit alat tersebut.

“Petugasnya membawa semacam selembaran kertas yang dilaminating, saya kurang tahu pasti isinya bagaimana. Yang jelas, petugasnya bilang ini surat persetujuan dan surat kerja sama dari PLN,” tuturnya.

Anggraini, salah seorang ASN juga menjadi korban penipuan dari penjualan alat penghemat pemakaian daya listrik itu. Ia mengungkapkan, pertama kali membeli ketika baru pulang mengajar, lalu ada seorang pria yang memakai baju putih hitam membawa tas berisi alat-alat tersebut.

“Dia menawarkan alat yang bisa menangkal petir dan mengurangi daya pemakaian listrik sehingga pembayaran bulanan tidak mahal. Selai alat itu, dia juga nawarin air dalam botol, fungsinya jika botolnya disimpan di atas kilometer listrik tidak akan korslet,” ungkapnya.

Dia juga mengaku bahwa oknum tersebut juga membawa kertas yang ditandatangani pihak PLN. Surat itu berisi kontrak kerja sama, serta persetujuan dari PLN untuk menjual alat penghemat daya listrik.

“Saya beli harganya Rp 350.000, tanpa paksaan dari si penjual, karena saya tertipu sama bahasanya dan surat dari PLN,” ujarnya.

Begitu juga dengan Fenty warga Karang Balik yang merupakan mantan karyawan perusahaan tersebut. Fenty mengungkapkan jika upah yang harusnya mereka dapat dari bekerja di perusahan itu belum dibayar. Ia bekerja disana karena ajakan dari teman-temannya. (*/ade/fen)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 12:54

Khairul Kantongi Nama Pj Sekkot

TARAKAN – Siapa yang menjadi penjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:16

Pidanakan Penyebar Hoaks, Kapolda: Jangan Coba-Coba Merusak Pesta Demokrasi

TARAKAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara bersama Tentara Nasional…

Kamis, 21 Maret 2019 13:51

Tarakan Masih ‘Gelap’

TARAKAN – Para pekerja PT Medco E&P Indonesia di Blok…

Rabu, 20 Maret 2019 12:50

Kenaikan Gaji PNS Tunggu Payung Hukum

TARAKAN – Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah…

Rabu, 20 Maret 2019 12:00

Pakai Sampah untuk Listrik, Investor Di-deadline Tiga Bulan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul, memberikan waktu tiga bulan…

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*