MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Selasa, 13 Maret 2018 12:48
Pemprov Fasilitasi Ekspor ke Tiongkok
POTENSI EKSPOR: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kala mengunjungi salah satu lokasi budidaya perikanan di Kaltara.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Potensi sumber daya alam (SDA) pada sektor perikanan dan kelautan di Kalimantan Utara tak diragukan lagi. Selain berlimpah, potensi berupa ikan laut, udang dan kepiting asal Kaltara bahkan telah dikenal di berbagai negara di dunia. Namun dari sektor tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan yang maksimal ke daerah.

 

Khusus komoditas udang dan kepiting, misalnya. Selama ini, udang dan kepiting asal Kaltara lebih banyak dijual ke Tawau, Malaysia melalui jalur yang tidak resmi. Sehingga, sangat merugikan bagi daerah maupun negara. Bahkan, juga bagi para pembudidaya maupun nelayan sendiri.

 

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, berdasar informasi yang diterima, komoditas udang dan kepiting asal Kaltara yang selama ini dibeli para pengusaha dari Tawau, diekspor ke Hong Kong dan negara lainnya secara resmi melalui Bandara Internasional Tawau-Sabah.

 

“Harga jual dari para pengusaha di Tawau sangat tinggi. Sementara dari para pengepul atau pengusaha di Kaltara (Tarakan maupun Nunukan) harganya rendah. Jadi, keuntungan mereka berlipat,” ungkap Irianto.

 

Akibat dari sistem perdagangan yang tak resmi itu, negara sangat dirugikan. Sebab, pertama tanpa melalui proses ekspor impor. Akibatnya, harganya murah, negara juga tidak memperoleh pajak ekspor. “Yang kedua, pengusaha Sabah yang memperoleh keuntungan berlipat ganda. Mereka beli dari ‘pedagang ilegal’ rata-rata Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu per Kilogram (Kg). Kemudian, diekspor dengan harga jual Rp 450 ribu hingga Rp 600 ribu per Kg. Ini sudah berlangsung berpuluh tahun,” kata Gubernur lagi.

 

Mestinya, menurut Irianto, Kementerian Perdagangan dan lembaga terkait peduli, serta memberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini. “Kerugian lainnya, negara-negara pengimpor tentu tahunya itu adalah kepiting dan udang asal Tawau (Malaysia). Padahal, merupakan hasil laut Kaltara atau Indonesia,” ungkapnya.

 

Pemerintah Provinsi Kaltara sendiri, kata Gubernur, telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Termasuk mencari cara agar potensi perikanan ini bisa diperdagangkan secara legal oleh para pengusaha di Kaltara sendiri. Tanpa harus melewati para pengusaha di Sabah. Salah satunya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dimana Pemprov Kaltara telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan penerbangan kargo dari Tiongkok. Perusahaan kargo ini, siap memfasilitasi dalam hal pengangkutan hasil perikanan dan kelautan langsung ke negara tersebut.

 

Gubernur menjelaskan, melalui DKP Kaltara telah 2 kali melakukan rapat dengan pihak maskapainya di Jakarta untuk membahas kerja sama tersebut. Informasi dari Kepala DKP Kaltara (H Amir Bakry), saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan kepada para pengepul kepiting di Tarakan yang siap mengisi atau mengirim kepiting melalui perusahaan itu langsung ke Tiongkok.

 

“Kemungkinan dalam waktu dekat program ini akan dijalankan. Tinggal menunggu data pengepulnya,” timpal Amir.

 

Belum dijelaskan maskapai apa yang akan digunakan untuk mengangkut kepiting dan udang dari Kaltara melalui Bandara Juwata Tarakan. Amir hanya mengatakan, kapasitas pesawat kargo itu mampu mengangkut hingga 18 ton. Dengan rute langsung dari Tarakan menuju ke Shenzhen, Tiongkok.

 

“Pesawat ini berasal dari Tiongkok, biasa mengangkut produk elektronik ke Jakarta. Kami melihat peluang kerja sama karena pesawat ini balik ke Tiongkok tanpa mengangkut muatan,” ungkapnya.

 

Selain menjalin kerja sama dengan perusahaan kargo, Pemprov Kaltara juga telah bersurat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dapat menempatkan armada pengawasnya di wilayah Sebatik, Nunukan. Petugas pengawas ini berfungsi untuk mencegah penyelundupan udang dan kepiting ke Tawau, seperti yang selama ini kerap terjadi. Sehingga kerugian akibat penyelundupan itu dapat dicegah.

 

“Jika jalur penyelundupan dapat diputus, maka pesawat ini bisa secara maksimal digunakan oleh para pengusaha untuk menjual hasil perikanan dan kelautan dari Kaltara secara resmi,” tutupnya.(humas)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:57

Sertifikasi TKA Sasar Perguruan Tinggi

TANJUNG SELOR – Tahun ini, program sertifikasi tenaga kerja di…

Rabu, 20 Maret 2019 12:56

Kajian Potensi Perikanan Akan Diuji Kembali oleh KKP

HASIL kajian potensi kelautan dan perikanan di Kaltara akan diuji…

Rabu, 20 Maret 2019 12:55

KENAPA...?? Gubernur Layangkan Surat ke Menteri Susi

TARAKAN - Bertempat di ruang VIP Bandara Juwata Tarakan, Senin…

Rabu, 20 Maret 2019 12:54

Gubernur Hadiri Rakornas HKTI di Istana Negara

JAKARTA - Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie hadir…

Selasa, 19 Maret 2019 14:55

Gubernur Ajak Peduli Kebersihan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Selasa, 19 Maret 2019 14:54

Satpol Diinstruksikan Razia ASN

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Selasa, 19 Maret 2019 14:53

Gubernur Ingatkan ASN soal Sumpah

TANJUNG SELOR – Calon pegawai negeri sipil maupun PNS harus…

Selasa, 19 Maret 2019 14:52

Gubernur Minta KMJ Utamakan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meminta…

Senin, 18 Maret 2019 16:30

Gubernur Tekankan Penggunaan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Senin, 18 Maret 2019 16:28

Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kanal Antarmoda

TARAKAN – Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor 600/984.1/PUPR-PERKIM/GUB…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*