MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 31 Maret 2018 12:27
Pasien Gangguan Jiwa Bukan Aib Keluarga
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Keluarga pasien gangguan kejiwaan yang dirawat di RSUD Tarakan dianggap kurang peduli. Misal, memberikan perhatian terhadap si pasien yang kini sedang menjalani perawatan.

Karena menurur Wakil Direktur RSUD Priono Pancasila, peran keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Seharusnya keluarga pasien lebih respect dibandingkan perawat, lebih humanis dan memberi perhatian penuh demi penyembuhan," ujarnya, Jumat (30/3).

Karena kurangnya perhatian pihak keluarga, lanjutnya, juga menjadi penyebab pasien gangguan kejiwaan tak kunjung membaik. Jika persoalan seperti itu terus dibiarkan, pihaknya pun khawatir ruang perawatan akan penuh, karena yang ada saat ini masih banyak tak menunjukkan perkembangan.

Saat ini, dia menyebutkan jumlah pasien gangguan kejiwaan di RSUD Tarakan sebanyak 47 orang. Jumlah tersebut, menurut Priono, memang belum melebihi kapasitas. Namun, pihaknya sudah mengurangi dengan memulangkan sebagian pasien gangguan kejiwaan.

"Yang saya sayangkan adalah stigma pengidap gangguan jiwa sangat buruk di mata masyarakat. Sehingga, beberapa pasien yang sembuh sudah tidak dipedulikan oleh keluarganya. Bahkan, ada yang menganggap jika punya keluarga mantan gila adalah aib keluarga dan membuangnya kesini," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, agar persoalan tersebut tidak terulang, telah dibuat aturan pasien gangguan kejiwaan yang telah dinyatakan sembuh, tetap dipulangkan. Meski, pihak keluarga tidak mau menerima.

"Di sini kan hanya untuk perawatan sementara, bukan panti untuk menampung selama bertahun-tahun," ujarnya.

Dia juga mengatakan, selama ini masyarakat berpikir bahwa rumah sakit tempat yang tepat. Padahal, kata Priono, peran keluarga memberi semangat sangat berarti untuk kesembuhan.

"Pernah ada kejadian yang sangat miris yaitu kami mendapatkan pasien yang ditinggalkan begitu saja oleh keluarganya di depan RSUD. Kami rawat sampai tidak tahu keluarganya siapa. Keadaan begini yang membuat semakin parah," ujarnya. (*/ade/fen)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 13:37

Kepsek Dituntut Punya Inovasi

TARAKAN – Sebanyak 17 kepala SD dan SMP di Tarakan…

Jumat, 18 Januari 2019 13:24

Buka Penerimaan P3K, Atasi Kekurangan Guru

TARAKAN – Pemerintah pusat telah secara resmi menyatakan bahwa pada…

Kamis, 17 Januari 2019 13:30

Wali Kota Tarakan Target Februari

TARAKAN – Peraturan wali kota Tarakan terkait pengurangan penggunaan kantong…

Rabu, 16 Januari 2019 10:44

Tiga Calon DPD Lolos dari Sanksi

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan memutuskan untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 10:37

Parpol Ditagih LPj Bankeu

TARAKAN – Waktu bagi partai politik (Parpol) penerima bantuan keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:24

5 Tahun Gagal Persembahkan Adipura, Sofian Tak Merasa Kecewa

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan di bawah kepempimpinan Sofian Raga…

Selasa, 15 Januari 2019 12:57

Waspada, Pelaku Pencurian Berkeliaran

TARAKAN – Polres Tarakan berhasil mengungkap 5 kasus pencurian yang…

Senin, 14 Januari 2019 11:44

Pos Laut Terpadu Tak Masuk Prioritas

TARAKAN – Harapan Pemkot Tarakan mendapatkan bantuan pemerintah pusat untuk…

Senin, 14 Januari 2019 11:43

Nasib Tiga Calon DPD Ditentukan Pekan Ini

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan segera mengambil…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:58

Pengalihan Panti Sosial Belum Jelas

TARAKAN – Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*