MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Selasa, 03 April 2018 14:00
Disperindag Temukan Produk Ikan Makarel
SIDAK: Disperindagkop dan UMKM Kaltara sidak di salah satu swalayan di Tanjung Selor, kemarin (2/4).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus ikan makarel dalam kemasan kaleng yang mengandung cacing, ditindaklanjuti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara dengan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga swalayan di Tanjung Selor, Bulungan, Senin (2/4). 

Hasilnya, di salah satu swalayan di Jalan Sengkawit ditemukan ikan makarel yang masih dijual. Jajaran Disperindagkop sempat bersitegang dengan pihak swalayan. Karena pemeriksaan produk yang dilarang edar dianggap pihak swalayan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hasriani mengungkapkan, sidak yang dilakukan memang tidak perlu melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik swalayan. Sidak dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dan tindak lanjut temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Ada kami temukan ikan makarel kaleng yang dilarang beredar masih tetap dijual. Kami hanya berikan teguran dan meminta 2-3 hari produk itu sudah tak dijual lagi," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, rata-rata yang dilarang untuk dikonsumsi merupakan ikan makarel. Sementara produk ikan kaleng lain tidak ada masalah diperjualbelikan. Karena staf Disperindagkop sebelumnya telah membeli produk ikan kaleng dan tidak ditemukan mengandung cacing. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan Idewan Budi Santoso menegaskan, mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan berbagai penyakit. Di antaranya jantung, kerusakan hati, diabetes dan penyakit berbahaya lain. 

Meskipun tidak langsung menimbulkan efek penyakit berbahaya, lanjutnya, tapi saat dikonsumsi dampak negatif dalam jangka panjang yang perlu dipikirkan masyarakat. "Produk cepat saji semuanya sudah dites, hanya saja kita perlu cermat memilihnya," imbaunya. 

Dia menyarankan ketika membeli makanan cepat saji ada hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya masa berlaku makanan tersebut, kemasan tidak rusak dan produk yang memang dilarang beredar. 

"Membeli makanan cepat saji harus kita masak ulang sampai benar-benar masak. Seperti ikan makarel mengandung cacing, dari dulu sudah ada," ungkapnya. 

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Tarakan bersama BPOM, juga sidak ke sejumlah tempat perbelanjaan seperti minimarket, kios kecil dan supermarket. Sidak dilakukan berawal dari supermarket yang ada di Jl. Kusuma Bangsa, kemudian menyisiri pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Slamet Riyadi dan Yos Sudarso.

Dari sidak tersebut tidak ditemukan produk ikan kaleng yang terindikasi adanya cacing. Namun demikian, pemilik swalayan maupun ditekankan agar tidak menjual produk ikan kaleng yang mengandung cacing.

“Jadi, ada 27 produk ikan kaleng yang diduga mengandung cacing. Untuk itu, sudah kita berikan imbauan kepada pemilik toko," ungkap Romli, Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Disprindagkop Tarakan.

Sementara itu, Boni, wakil manajer salah satu swalayan mengatakan, setelah mendengar kabar produk ikan kaleng mengandung cacing, pihaknya berkoordinasi dengan distributor untuk menarik produk tersebut dari rak-rak pajangan.

"Kami sudah mendengar kabar heboh tersebut dan langsung ada inisiatif mengambil ikan kaleng. Sebenarnya, yang ditarik itu segala ikan kaleng yang menggunakan ikan makarel, jadi harus bisa dibedakan antara sarden dengan makarel," ungkapnya. (uno/*/ade/fen)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:52

Soal Ini, Kaltara Hanya Dijatah 132 Orang

TANJUNG SELOR – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuka penerimaan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:53

Tegaskan Rekrutmen Pegawai Sesuai Aturan

TANJUNG SELOR – Sejak resmi terbentuk sebagai provinsi baru, Pemprov…

Rabu, 20 Maret 2019 11:47

Polisi Obok-Obok Arena Sabung Ayam

TANJUNG SELOR – Judi sabung ayam di perkebunan kelapa sawit…

Selasa, 19 Maret 2019 14:45

Anggaran Kurang, Pembangunan Pelabuhan Sulit Dituntaskan

TANJUNG SELOR - Sejak pelabuhan Tengkayu I atau SDF Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 16:25

BPIH Turun Rp 266 Ribu

TANJUNG SELOR - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019…

Senin, 18 Maret 2019 14:37

Proses Jadi Sekolah Negeri

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara telah…

Minggu, 17 Maret 2019 15:05

Masih Terbentur Status Lahan

TANJUNG SELOR – Kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Tanjung…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:09

6 Tahun Gedung SD Dibiarkan Rusak

TANJUNG SELOR – Kondisi gedung SD 004 Jelarai Selor, sangat…

Jumat, 15 Maret 2019 14:39

Kembangkan Kreativitas di Kampus, Unikaltar Gelar Automotor Show

TANJUNG SELOR – Universitas Kaltara (Unikaltar) Automotor Show 2019 resmi…

Jumat, 15 Maret 2019 14:18

Segini Lamanya Masa Uji Coba untuk PNS Baru

Pertimbangan Teknis (Pertek), tentang penetapan Nomor Induk Kepawaian (NIP), sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*