MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 10 April 2018 11:15
Elpiji 3 Kg Langka Lagi
LANGKA LAGI: Elpiji 3 kg akhir-akhir ini sulit diperoleh warga Tarakan. Kalaupun ada yang menjual, harganya di atas HET.

PROKAL.CO, TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan- menjadi salah satu daerah yang masuk program city gas oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Itu karena memang masih ada kawasan yang hingga saat ini belum tersambung jaringan gas rumah tangga. Warga di Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, misalnya. Karena belum teraliri gas alam, warga setempat pun masih mengandalkan elpiji 3 kg.

Namun, sejak beberapa hari belakangan ini warga yang masih mengandalkan elpiji 3 kg merasa kesulitan menemukan elpiji yang disubsidi pemerintah itu. Seperti disampaikan Miah, warga RT 08 Mamburungan yang kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.

"Waktu itu promosinya mudah mendapatkan elpiji 3 kg, sampai dijadikan iklan di TV pemakaian mudah, mudah didapat dan hemat. Ternyata sekarang susah juga dapatkannya. Yang biasa seminggu sekali, kini hampir 2 minggu baru ada lagi," kesalnya ketika ditemui media ini, kemarin (9/4).

Tak hanya susah mendapatkan, dia juga mengaku membeli elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET). Yakni, mencapai Rp 40 ribu per tabung. Padahal, HET elpiji di Tarakan hanya Rp 16 ribu.

“Karena terdesak, saya beli aja,” akunya.

Sementara itu, salah seorang penyalur elpiji 3 kg, Rumlah, mengaku bingung elpiji 3 kg akhir-akhir ini sulit didapatkan. “Yang saya tahu, tabung gas datang lalu dijual kepada masyarakat yang memang berhak," singkatnya.

Manager Communications  PT Pertamina Tarakan Alicia Irza, mengaku pasokan elpiji 3 kg telah ditambah, berapa waktu yang lalu. Disebutkan, normal per bulan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 94.600 tabung, dan bulan ini dipasok sebanyak 134.000 tabung.

"Peningkatan permintaan alpiji 3 kg ini disebabkan oleh sebagian konsumen jaringan gas alam yang beralih. Dan, temuan di lapangan elpiji 3 kg ini digunakan oleh mereka yang tidak berhak," ujarnya.

Dikatakan, usaha kecil dan menengah tidak lagi masuk kategori masyarakat pengguna elpiji 3 kg. Yang berhak, kata dia, hanya usaha mikro. “Bagi warga yang menemukan praktik kecurangan agen dan pangkalan segera melakukan pengaduan. Kami siap menindaklanjuti,” ujarnya. (*/ade/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*