MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 12 April 2018 14:33
Dokter Terbang Layani Warga Perbatasan dan Terpencil
DOKTER TERBANG: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau kegiatan dokter terbang di salah satu fasilitas kesehatan di Pulau Sebatik, Nunukan, belum lama ini.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Melalui program ‘dokter terbang’ yang digagas oleh Dr H Irianto Lambrie sejak 2014 lalu, pemerintah menyediakan dokter dan petugas medis untuk melayani warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolasi.

 Program yang dinilai cukup berhasil dan sangat dirasa manfaatnya oleh masyarakat itu, terus dilakukan setiap tahun, hingga tahun ini. “Saya minta program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terus dilakukan. Seperti salah satunya program dokter terbang ini,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Gubernur mengatakan, setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Pertimbangan itulah yang menjadikan tantangan tersendiri bagi Irianto Lambrie yang pada 2014 masih menjadi Penjabat (Pj) Gubernur untuk menggagas program pemberian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat  Kaltara yang berada di daerah terpencil dan terisolasi.

“Program ini dilakukan di daerah perbatasan, terpencil, dan kepulauan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” jelasnya.

Irianto mengatakan, hingga 2018 program dokter terbang tetap dilaksanakan. Dinas Kesehatan Kaltara selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani telah berkoordinasi dengan Diskes Kabupaten Nunukan dan Malinau. Salah satunya, dalam melakukan penjaringan atau pendataan penyakit di wilayah perbatasan, terpencil dan kepulauan itu.

“Dari hasil penjaringan atau pendataan penyakit oleh pemerintah kabupaten ini, bisa kita ketahui atau terdiagnosa penyakit apa yang terbanyak di wilayah itu. Sehingga saat tim dokter turun nanti bisa menyesuaikan,” ujar Irianto.

Lebih lanjut Gubernur memaparkan, selama 2017, terdapat 6 lokasi pelaksanaan pelayanan dokter terbang yang melibatkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam. Dengan didampingi paramedis lainnya. “Dalam setahun ada 3 kali kegiatan dokter terbang. Dilakukan pada tiap triwulan. Dimana setiap 1 kali kegiatan, ada 2 lokasi yang dikunjungi. Sehingga secara keseluruhan ada 6 lokasi yang dikunjungi. Dengan melihat jumlah penduduk dan jumlah penyakit yang diderita,” ungkapnya.

Irianto mengatakan, dalam sekali kegiatan dokter terbang dilakukan selama 2 hingga 3 hari. Tak hanya menangani warga yang mengalami penyakit biasa, jika ada pasien yang darurat juga langsung ditangani. “Saya menginginkan agar program dokter terbang diprioritaskan pada desa-desa yang belum pernah didatangi oleh dokter terbang sebelumnya. Seperti pada 2017, minimal 2 dokter spesialis yang akan kita terbangkan,” kata Gubernur lagi.

Terbatasnya sarana prasarana kesehatan, terutama di daerah perbatasan, terpencil dan kepulauan, merupakan salah satu kendala yang dihadapi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Melalui program dokter terbang di wilayah tersebut, Gubernur berharap masyarakat bisa terbantu. Karena seperti diketahui, pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit terjangkau wajib diberikan.(humas)

 

 

PELAKSANAAN PROGRAM “DOKTER TERBANG” 2017

Dilakukan 6 titik lokasi di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Kaltara :

1. Kecamatan Sembakung

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Atap Kecamatan Sembakung melibatkan dokter spesialis anak dan dokter sepesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan sebanyak 239 pasien. Dengan rincian, pasien penyakit dalam sebanyak 179 orang dan 60 pasien penyakit anak.

2. Kecamatan Seimanggaris  

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Seimanggaris melibatkan dokter spesialis anak dan dokter sepesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan dokter terbang sebanyak 497 orang. Dengan rincian pasien penyakit dalam sebanyak 396 orang dan 101 pasien penyakit anak.

3. Long Bawan

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Long Bawan Kecamatan Krayan melibatkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang dilayani sebanyak 352 pasien. Dengan rincian, pasien penyakit dalam sebanyak 268 pasien dan 84 pasien penyakit anak.

4. Long Layu

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Long Layu Krayan Selatan melibatkan dokter spesialis anak dan dokter sepesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang dilayani sebanyak 137 pasien. Dengan rincian, pasien penyakit dalam sebanyak 105 orang dan 32 pasien penyakit anak.

5. Pembeliangan

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Pembeliangan Kecamatan Pembeliangan melibatkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang terlayani sebanyak 252 warga. Dengan rincian pasien penyakit dalam sebanyak 196 pasien dan 56 pasien penyakit anak.

6. Sei Ular

Pelayanan dokter terbang di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sei Ular melibatkan dokter spesialis anak dan dokter  spesialis penyakit dalam. Jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan sebanyak 413 pasien. Dengan rincian, pasien penyakit dalam sebanyak 298 orang dan 115 pasien penyakit anak

 

KENDALA ATAU HAMBATAN

1. Lokasi pelayanan yang sulit di jangkau dan keterbatasan saran transportasi.

2. Keterbatasan tenaga dokter spesialis di Kaltara.

3. Keterbatasan jumlah bawaan di pesawat, sehingga sering terjadi over bagasi karena jumlah obat-obatan yang dibawa sangat banyak.

 

Sumber : Dinas Kesehatan Kaltara


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 16:30

Gubernur Tekankan Penggunaan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Senin, 18 Maret 2019 16:28

Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kanal Antarmoda

TARAKAN – Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor 600/984.1/PUPR-PERKIM/GUB…

Senin, 18 Maret 2019 16:27

Pemanfaatan Air Permukaan Masih Dikedepankan

TARAKAN – Kebutuhan air bersih, ketahanan pangan, perubahan iklim global…

Jumat, 15 Maret 2019 14:46

K3S Kaltara Ditarget 9.653 BOPD

TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, target lifting bagi Kontraktor…

Jumat, 15 Maret 2019 14:44

Generasi Muda Jangan Jadi Penonton

TANJUNG SELOR – Kegiatan “Respons Kaltara” edisi ke-XXXI yang digelar…

Jumat, 15 Maret 2019 14:42

Tim RCEC GMF-BRI RRT Akan Kunjungi KIPI

TANJUNG SELOR – Dijadwalkan, pada hari ini tim Regional Comprehensive…

Jumat, 15 Maret 2019 14:41

Pemprov Akan Giat Lawan Korupsi

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan bekerja lebih cepat…

Kamis, 14 Maret 2019 14:55

Bulan Ini, SOA Penerbangan Dimulai

TANJUNG SELOR – Masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan…

Kamis, 14 Maret 2019 14:53

Kaltara Akan Perkuat Rantai Pasok Industri

JAKARTA – Ada 13 provinsi yang telah dievaluasi Kementerian Dalam…

Kamis, 14 Maret 2019 14:52

Asisten I Berharap Terbangun Sinergisitas

TANJUNG SELOR – Untuk meningkatkan kerja sama, sinergisitas, serta menyamakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*