MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 14 April 2018 14:41
Prioritaskan UMKM untuk Tekan Inflasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Upaya menyediakan fasilitas pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat perhatian khusus oleh Bank Indonesia. Tak sekadar memperkuat perekonomian dari bawah, langkah tersebut juga dilakukan untuk memberi peran pengusaha kecil dalam menekan inflasi dari sisi suplai.

Salah satu kebijakan bank sentral adalah dengan mewajibkan perbankan “menyisihkan” 20 persen alokasi kredit untuk UMKM tahun ini. Ketentuan tersebut sudah berjalan sejak 2015 dengan porsi 5 persen. Lalu naik 5 persen setiap tahun, hingga menjadi 15 persen pada tahun lalu, dan 20 persen tahun ini.

Direktur Operasional Bankaltimtara M Yamin menyebut fokus pembiayaan kredit memang lebih diarahkan kepada UMKM. Apalagi, kata dia, sudah diatur oleh regulator bahwa perbankan harus menyalurkan kreditnya ke UMKM dengan persentase tertentu di 2017 dan 2018.

“Seperti yang sudah diatur, dari total penyaluran kredit tahun ini, seharusnya 20 persen kredit disalurkan ke UMKM,” tutur Yamin, Kamis (12/4) lalu.

Keberadaan dan peranan UMKM dalam perekonomian sangat signifikan dan strategis dalam mendukung sektor riil. Segmentasi usaha ini, bisa memberi pengaruh paling besar terhadap kegiatan ekonomi. Misalnya, sebagai penyedia lapangan pekerjaan terbesar.

Selain itu, UMKM terbukti lebih kuat bertahan saat krisis global. Kalau krisis, sektor besar lebih banyak kena imbas. Makanya, untuk kredit risikonya lebih aman ketimbang korporasi. Karena itu, perbankan tak salah jika memberi porsi lebih besar terhadap UMKM.

“Pertumbuhan kredit tahun ini di Kaltim dan Kaltara fokus ke UMKM dan targetnya tumbuh 5 persen untuk semua sektor, UMKM dan non-UMKM, namun korporasi tidak jadi prioritas kami lagi,” terangnya.

Yamin mengatakan, rasio gagal bayar kredit atau non performing loan (NPL) di sektor UMKM masih di ambang batas yang ditetapkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 5 persen. “Setiap perbankan pasti ada kredit macetnya, tapi kami masih di batas yang ditentukan regulator,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 15:02

Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, Usaha Warga Jadi Sepi

TANJUNG SELOR – Pemadaman listrik bergilir yang kembali berlanjut, dirasakan…

Jumat, 22 Maret 2019 14:30

Beredar tanpa Izin Edar, Tim Gabungan Sita Produk Pangan asal Malaysia

TARAKAN – Tim gabungan dari berbagai instansi mengamankan aneka pangan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:54

Berharap Dapat Kebijakan Khusus

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kaltara tidak memiliki kewenangan untuk…

Senin, 18 Maret 2019 14:44

Bentuk Tim Pengawas Elpiji

TANJUNG SELOR – Masih ditemukannya penjualan elpiji 3 kg di…

Minggu, 17 Maret 2019 15:03

Relaksasi DNI Belum Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Izin investasi untuk relaksasi Daftar Negatif Investasi…

Minggu, 17 Maret 2019 15:01

B20 Diyakini Kerek Harga TBS

TANJUNG SELOR – Program Biodisel 20 (B20) persen yang diberlakukan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:17

Kaltara Dapat Bantuan Rp 5 M dari Norwegia

TANJUNG SELOR – Pemerintah Norwegia melalui United Nations Development Programme…

Jumat, 15 Maret 2019 14:17

Eksplorasi 26 Sumur Migas Kaltara

Sebanyak 26 titik sumur migas dari 48 titik yang dikelola…

Kamis, 14 Maret 2019 14:41

Ekspor Kayu Lapis Tak Lagi Transit

TARAKAN – Ekspor kayu lapis atau plywood asal Tarakan nantinya…

Minggu, 10 Maret 2019 14:45

Transmigran Disebut Bantu Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap program transmigrasi, kerap disuarakan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*