MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 15 April 2018 14:21
Disperindagkop Lirik Kerja Sama ITPC

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara Hartono, menargetkan produk-produk lokal di provinsi bungsu ini bisa memasuki pasar ekspor.

Ekspor Kaltara yang nilainya mencapai USD 68,51 juta, masih didominasi oleh sektor pertambangan. Sektor UMKM dengan produk lokal belum bisa bersaing ke pasar ekspor.

Dia mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan keberadaan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang fungsinya mengembangkan dan mempromosikan produk-produk Indonesia di luar negeri. Baik melalui pembangunan jejaring bisnis, pelayanan informasi pasar maupun promosi ekspor sehingga bisa memacu kinerja ekspor dari sisi kuantitas nominal dan jumlah negara tujuan.

Hartono menyebut, hingga kini Kaltara belum ada produk lokal yang dipasarkan melalui ITPC. Namun, pihaknya akan bekerja sama dengan ITPC untuk menumbuhkan pasar ekspor pada produk Kaltara. Pemerintah dituntut bisa menyinkronkan produk prioritas tujuan ekspor, mulai ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia dan sarana penunjang.

“ITPC di negara mana dulu yang potensinya bisa menyerap produk dari daerah kita. Setelah itu, baru penjajakan dengan menganalisa selera pasar dengan kondisi produksi di Kaltara,” ujarnya, belum lama ini.

Menurutnya, jika Kaltara bekerja sama dengan ITPC, akan berperan memperbaiki kinerja ekspor hasil industri dan pertanian yang mengalami penurunan dari Januari ke Februari lalu. Dua sektor ini menyumbang 15 persen dari ekspor Kaltara. Pada Januari lalu, sektor hasil industri mencatatkan nilai ekspor USD 11,91 juta dan menurun menjadi USD 7,99 juta pada Februari. Sementara, hasil pertanian mencatatkan nilai ekspor USD 1,49 juta dan turun jadi USD 1,15 juta pada Februari.

“Tujuan kita juga untuk memfasilitasi tumbuhnya kinerja ekspor dari sektor non pertambangan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan negara tujuan ekspor, pihaknya lebih fokus menjembatani munculnya produk ekspor baru dari sektor industri olahan. Menurutnya, produk olahan lebih efektif dalam membuka peluang pasar di setiap negara. Hanya saja, pelaku eksportir dituntut menciptakan produk dan siklus produksi yang sesuai ketentuan perdagangan luar negeri. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 15:02

Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, Usaha Warga Jadi Sepi

TANJUNG SELOR – Pemadaman listrik bergilir yang kembali berlanjut, dirasakan…

Jumat, 22 Maret 2019 14:30

Beredar tanpa Izin Edar, Tim Gabungan Sita Produk Pangan asal Malaysia

TARAKAN – Tim gabungan dari berbagai instansi mengamankan aneka pangan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:54

Berharap Dapat Kebijakan Khusus

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kaltara tidak memiliki kewenangan untuk…

Senin, 18 Maret 2019 14:44

Bentuk Tim Pengawas Elpiji

TANJUNG SELOR – Masih ditemukannya penjualan elpiji 3 kg di…

Minggu, 17 Maret 2019 15:03

Relaksasi DNI Belum Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Izin investasi untuk relaksasi Daftar Negatif Investasi…

Minggu, 17 Maret 2019 15:01

B20 Diyakini Kerek Harga TBS

TANJUNG SELOR – Program Biodisel 20 (B20) persen yang diberlakukan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:17

Kaltara Dapat Bantuan Rp 5 M dari Norwegia

TANJUNG SELOR – Pemerintah Norwegia melalui United Nations Development Programme…

Jumat, 15 Maret 2019 14:17

Eksplorasi 26 Sumur Migas Kaltara

Sebanyak 26 titik sumur migas dari 48 titik yang dikelola…

Kamis, 14 Maret 2019 14:41

Ekspor Kayu Lapis Tak Lagi Transit

TARAKAN – Ekspor kayu lapis atau plywood asal Tarakan nantinya…

Minggu, 10 Maret 2019 14:45

Transmigran Disebut Bantu Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap program transmigrasi, kerap disuarakan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*