MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 16 April 2018 10:45
Warga Pertanyakan Ganti Rugi Lahan
BERSOLEK: Warga menuntut ganti rugi lahan pada proyek pengembangan Bandara Tanjung Harapan ini.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Bulungan masih menyisakan persoalan di masyarakat. Khususnya bagi pemilik lahan yang terdampak pembangunan.

Pemilik lahan mengaku hingga kini belum ada ganti rugi, meski lahan mereka sudah dipagar menjadi area bandara. Seperti dikatakan perwakilan para pemilik tanah, I Made Wahyu Rahasia, lahan masyarakat yang ada di dalam area bandara dan belum diganti rugi seluas lebih kurang 13 hektare.

Para pemilik tanah, kata dia, sejak 2013 lalu hingga kini hanya dijanjikan akan diberi ganti rugi oleh pemerintah. Namun, belum juga ada realisasi yang diterima berupa uang ganti rugi.

“Sudah ada 4-5 kali pertemuan, mereka janji terus, janji terus, sampai 2018 ini belum terealisasi. Padahal, proyek (pembangunan bandara, Red)-nya jalan terus. Tanah yang ada di dalam bandara itu milik sekitar 35 orang, tapi dari dulu pemerintah hanya janji terus,” ungkap pria yang akrab disapa Bandung ini, Jumat (13/4) lalu.

Bandung menyatakan, tanpa adanya tanah masyarakat, pembangunan Bandara Tanjung Harapan tidak mungkin bisa dilakukan. Masyarakat sendiri sudah menyatakan dukungan terhadap pembangunan bandara, karena untuk kepentingan umum. Yakni, dengan setuju tanah mereka dibebaskan untuk pengembangan bandara.

Meski sudah menyatakan dukungan, apa yang menjadi hak mereka tak kunjung didapatkan. Pun saat menagih ganti rugi, kata Bandung, pemilik tanah selalu dipimpong oleh pemerintah daerah.

“Kami kayak dipimpong. Dari (pemerintah, Red) kabupaten disuruh ke provinsi, dari provinsi disuruh ke kabupaten. Dulu dari kabupaten katanya membentuk tim appraisal, tapi tim appraisal belum turun sudah dibubarkan. Kemarin janji 2018, data-data sudah kami serahkan semua,” ungkap warga yang tinggal di Jalan Agatis Tanjung Selor ini.

Bandung juga mengaku hingga kini juga belum ada kesepakatan harga antara pemerintah dan warga. Warga, kata dia, juga tidak mematok harga yang tinggi, karena ingin mendukung pembangunan Kaltara.

“Kami ingin harga Rp 600 ribu per meter persegi. (Harga, Red) Ini kami rasa tidak terlalu tinggi, apalagi berada di tengah kota. Semua pemilik lahan seragam di angka itu. Tapi, harga ini juga masih bisa dinegosiasikan dengan pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, dia dan pemilik lahan lainnya meminta pemerintah bisa menyelesaikan masalah ganti rugi sebelum pengembangan dilanjutkan.

Diketahui, dalam waktu dekat ini, bakal dilakukan proyek pekerjaan pemenuhan standar runway strip 1.200x60 meter di Bandara Tanjung Harapan. Proyek yang didanai Kementerian Perhubungan ini menelan anggaran Rp 21,5 miliar dengan masa kerja 240 hari kalender.

Selain lahan di dalam bandara, Bandung menyatakan masyarakat juga bersedia tanahnya dibebaskan untuk rencana pembangunan terminal baru Bandara Tanjung Harapan di sisi seberang terminal yang ada saat ini.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait tuntutan warga soal ganti rugi lahan ini kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, belum mendapatkan respons. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*