MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 01 Mei 2018 15:19
Kepala KUPP Bunyu Diperiksa 6,5 Jam
KASUS OTT: Kepala KUPP Kelas III Bunyu Andi Jaya ditemui wartawan usai dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bulungan, kemarin (30/4).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bunyu Andi Jaya, memenuhi panggilan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan, kemarin (30/4). 

Pemanggilan tersebut untuk dimintai keterangan terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret bawahannya berinisial RS. Andi yang datang ke Polres Bulungan mengenakan batik, menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30-16.00, dengan diberikan 25 pertanyaan oleh penyidik Satreskrim Polres Bulungan. 

"Pemenuhan panggilan ini berkaitan kasus yang dihadapi tersangka (RS)," ujar Andi saat ditemui usai dimintai keterangan.

Terkait dugaan pungutan liar dari proses pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dilakukan RS, dirinya enggan membeberkan. "Saya sudah berikan keterangan ke penyidik. Silakan bisa ditanyakan langsung ke penyidiknya," ujarnya, lantas berpamitan kepada pewarta dengan alasan ingin buru-buru.

"Saya minta maaf. Nanti tertinggal kapal (speedboat). Sekali lagi minta maaf, ya," sambungnya.

Untuk diketahui, pemanggilan Kepala KUPP Kelas III Bunyu ini sebagai upaya penyidik Polres Bulungan melengkapi berkas yang dinilai masih kurang oleh kejaksaan. Saat pemanggilan melalui surat, yang bersangkutan tidak bisa hadir karena sedang bertugas keluar daerah. 

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry diwakili Kasat Reskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, mengatakan berkas yang diminta kejaksaan dari keterangan saksi-saksi salah satunya Kepala KUPP Kelas III Bunyu harus dimintai keterangan. 

"Kita berusaha melengkapinya. Saat ini sudah 90 persen kelengkapan berkas," ujarnya.

Setelah dinilai lengkap, tahap selanjutnya berkas diserahkan ke kejaksaan. Satreskrim pun menunggu apabila kejaksaan menilai berkas belum lengkap lagi dan harus meminta keterangan tambahan dari Kepala KUPP, maka hal itu akan dilakukan dan kembali memanggilnya.

Lanjutnya, beberapa keterangan saksi lainnya dalam hal ini agen kapal pun telah dimintai keterangan. Dikarenakan agen kapal yang mengurus SPB pada saat itu ditangani tersangka. (uno/fen)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*