MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 10 Mei 2018 14:14
Pasokan Elpiji Melon Berkurang

Hanya Satu Agen yang Sering Melapor

SEMPAT KOSONG: Pasokan tabung gas elpiji 3 kg di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya mengalami kekosongan beberapa hari terakhir.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Ketersediaan tabung gas elpiji 3 kilogram mengalami kekosongan dalam beberapa hari terakhir, sehingga membuat warga pun kesulitan untuk mendapatkan.

Seperti yang dialami, Urson yang mengaku tidak menemukan elpiji melon di pangkalan hingga pengecer. “Saya biasanya beli di seputaran Tanjung Selor ada saja elpiji 3 kg. Tapi kemarin (Selasa, 8/5), saya cari hingga ke Kilometer 2 rata-rata kosong,” singkatnya kepada awak media ini, Rabu (9/5).

Pasokan tabung gas elpiji 3 kg, biasanya dilakukan dua hari sekali ke agen yang ada di Bulungan. Selanjutnya disalurkan ke pangkalan-pangkalan maupun tingkat pengecer.

Ada empat agen yang mendistribusikan elpiji kg, untuk wilayah Bulungan, yang terdata Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan. Terdiri dari agen PT Makbul, PT Mitra Brillian Mandiri, PT Tanjung Mulia Berkah dan PT Barokah Khalifah Kalimantan.

Pengurus PT Makbul Fadel membantah adanya kekosongan terhadap tabung gas 3 kg. Dikarenakan kedatangan tabung gas sesuai jadwal dua hari sekali dan langsung disalurkan ke pangkalan-pangkalan. Untuk kuota yang diberikan agen PT Makbul sebanyak 17 ribu tabung per bulan, disalurkan secara bertahap.

“Hari ini (kemarin, Red) datang lagi suplai tabung gas. Masing-masing agen mempunyai kuota yang jumlahnya berbeda," terangnya, kemarin (9/5). “Biasanya, setelah agen menyalurkan ke pangkalan paling lama dua hari ketersediaan tabung gas langsung habis,” imbuhnya.

Penjualan tabung gas pun harus sesuai ketentuan pemerintah daerah, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 23 ribu per tabung.

HET tersebut diberlakukan untuk wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya. Fadel menegaskan, setiap kedatangan tabung gas dilaporkan ke Disperindagkop dan UMKM. Hal ini agar dapat diketahui ketersediaan tabung gas.

Fadel menjelskan, jelang Ramadan ini, ia berharap pasokan elpiji bisa ditambah. Sebab, permintaan masyarakat elpiji bersubsidi itu kian meningkat.

“Kita berharap ada penambahan kuota saat Ramadan dan lebaran untuk agen. Usulan itu sudah diajukan ke Disperindagkop dan UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, tak ada terjadi kekosongan apabila keempat agen mendapat pasokan tabung gas secara bersamaan. Keterlambatan suplai tabung gas, jika ada kendala di perjalanan menuju Bulungan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Bulungan Hamri Effendy mengatakan, tabung gas yang datang di agen selalu dilaporkan. Tapi laporan yang diterima hanya satu agen, yakni PT Makbul.

“Agen yang lain sudah kita minta laporannya, tapi tak pernah diberikan,” ungkapnya. Sejauh ini, Disperindagkop dan UMKM melakukan pengawasan terhadap tabung gas hanya menunggu laporan agen.

Dia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk pasokan tabung gas elpiji melon. Kemungkinan saat masyarakat membeli tabung gas hanya di satu pangkalan maupun pengecer. “Nah, kebetulan pangkalan yang dituju sedang mengalami kekosongan tabung gas,” pungkasnya. (uno/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*