MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 10 Mei 2018 14:28
ADUH..ADUH..!! Gimana Nih, Harga TBS Terus Anjlok

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus terjadi di Kalimantan Utara. Penurunan TBS ini terpantau terjadi sejak Februari lalu. Turunnya harga TBS bisa menjadi pukulan bagi para petani kelapa sawit di Bumi Benuanta– sebutan Kaltara.

Berdasarkan rapat penetapan harga TBS yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, 30 April lalu, harga TBS dengan usia tanaman 3 tahun dihargai Rp 1.365,69 per kilogram.

Harga ini mengalami defisit dari April yang berada di angka Rp 1.382,11 per kg, Maret Rp 1.436,89 per kg, dan Februari Rp 1.437,55 per kg.

Sementara, TBS dengan usia tanaman antara 10-20 tahun, bulan ini dihargai Rp 1.550,41 per kg. Harga tersebut juga mengalami penurunan sejak tiga bulan berturut-turut, yakni Februari Rp 1.569,47 per kg, Maret Rp 1.632,20 per kg, dan April Rp 1.633,18 per kg. (lihat grafis)

Penurunan harga TBS ini juga berbanding lurus dengan harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel dari tiga bulan sebelumnya. “Biaya produksi dan jumlah produksi juga berpengaruh terhadap harga beli TBS oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dari petani,” ujar Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji, Rabu (9/5).

Berdasarkan ketetapan bulan ini, harga CPO yang disepakati adalah Rp 7.609,14, turun dari harga bulan lalu Rp 7.609,43. Sementara, harga kernel bulan ini Rp 5.483,94, juga turun dari bulan lalu Rp 5.954,41.

Penurunan harga juga dipengaruhi kualitas dari TBS yang dihasilkan oleh petani. Disebutkan, bulan lalu, Kaltara sering diguyur hujan sehingga berpengaruh terhadap kualitas dari TBS. Penurunan kualitas TBS tentu saja akan menurunkan nilai jualnya ke PKS.

Selain itu, penolakan ekspor dari Uni Eropa terhadap kelapa sawit Indonesia juga berandil dalam pelemahan nilai TBS. Meski, kampanye penolakan itu tidak begitu mempengaruhi harga TBS di Kaltara. Sebab, hasil-hasil kelapa sawit Kaltara masih dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Ya pengaruh ada, tetapi tidak terlalu berdampak pada harga TBS. Lebih kepada catatan produksi yang dihasilkan oleh PKS,” sebutnya.

Santiaji menuturkan penentuan harga TBS didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1/Permentan/KB.120/1/2018 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Meski terjadi tren penurunan, dia menjelaskan sejauh ini belum ada keluhan yang dilayangkan oleh petani kelapa sawit kepada DPKP. “Sebagian besar hasil TBS di Kaltara memang masih dimiliki oleh perusahaan besar. Kalau petani kecil atau plasma belum banyak. Selain itu, produktivitas TBS di Kaltara juga belum maksimal karena sebagian besar masih dalam masa tanam.

“Setelah seluruh lahan perkebunan berproduksi maksimal, kemungkinan akan lebih meningkat harganya,” pungkasnya. (rus/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*