MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 21 Mei 2018 16:23
Pemilik Hotel Wajib Lapor Tamu WNA

Sanksi Pidana dan Denda Menanti

WAJIB LAPOR: Kantor Imigrasi Kelas I Tarakan mewajibkan pemilik tempat penginapan yang menampung WNA, untuk melaporkan tamunya.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Sarana Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Tarakan Fuad Azhari menegaskan, pemilik rumah atau tempat penginapan yang menampung warga negara asing (WNA) namun tidak dilaporkan kepada instansi terkait, bisa dikenakan sanksi tegas.

Sesuai pasal 27 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, sanksi pelanggaran terhadap hal tersebut juga bisa dikenakan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta.

“Sanksinya berdasarkan undang-undang ada teguran keras,” ujar Fuad Azhari di ruang kerjanya, Jumat (18/5).

Dengan aturan tersebut, jelas Azhari, sudah menjadi kewajiban bagi pemilik penginapan untuk melaporkan tamu asingnya. Aturan tersebut juga sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu sehingga tidak ada alasan untuk tidak melaporkan tamu asingnya jika menginap.

Dari penerapan di lapangan, Fuad Azhari mengaku sejauh ini berjalan lancar. Paling banyak yang melaporkan tamu asingnya adalah pengelola hotel. “Mereka cukup kooperatif jika kedatangan tamu asing untuk menginap,” jelasnya.

Apalagi, sistem pelaporan tamu asing sekarang ini lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Di mana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) memperbolehkan warga melapor melalui aplikasi online yang sudah disiapkan.

Cara pengisian laporan pun tidak rumit. Pihaknya hanya meminta pemilik tempat penginapan untuk menyebutkan identitas tamunya. Seperti nama dan asal negara ditambah berapa lama mereka menginap. 

“Walaupun satu hari. Tiap-tiap hotel berkewajiban memberikan informasinya,” tutur Azhari.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil pemerintah dalam rangka melakukan pengawasan terhadap orang asing guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Sehingga pihak terkait di daerah bisa memantau tujuan dan keberadaan WNA datang ke Indonesia,” pungkasnya.(mrs/rio)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 13:51

Tarakan Masih ‘Gelap’

TARAKAN – Para pekerja PT Medco E&P Indonesia di Blok…

Rabu, 20 Maret 2019 12:50

Kenaikan Gaji PNS Tunggu Payung Hukum

TARAKAN – Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah…

Rabu, 20 Maret 2019 12:00

Pakai Sampah untuk Listrik, Investor Di-deadline Tiga Bulan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul, memberikan waktu tiga bulan…

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…

Jumat, 15 Maret 2019 14:38

Kecelakaan Kerja Dianggap Fatal

TARAKAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja pada proyek…

Jumat, 15 Maret 2019 14:20

Terbawa Arus, Nelayan Tenggelam di Bawah Tongkang

TARAKAN – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*