MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Minggu, 27 Mei 2018 13:43
Aksi Teror Bisa Menyerang Psikologi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit menyatakan, teror tidak hanya berupa aksi fisik. Tetapi juga dapat dilakukan secara serangan psikikologi. Aksi tersebut dapat dilakukan dengan cara menyebarkan video ancaman kepada masyarakat melalui media sosial.

Seperti yang dilakukan terduga teroris berinisial AS yang diamankan dari Kota Tarakan, beberapa waktu lalu. Kini penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polda Kaltara.

“Kita tangani di sini (Polda Kaltara, Red) dengan dikenakan undang-undang terorisme dan undang-undang darurat, karena membawa senjata tajam,” terangnya, pekan lalu.

Pelaku dugaan teroris yang diamankan, lanjut dia, untuk sementara berdasarkan hasil pemeriksaan belum ada keterlibatan dengan jaringan terorisme. Tersangka dugaan teror diamankan karena membuat video ancaman. Dalam video tersebut, tersangka memperlihatkan senjata tajam berupa pisau dan pistol rakitan.

Sementara itu, penasehat hukum tersangka AS, Agustan mengatakan proses yang dijalani masih tahap penyidikan dilakukan Polda. Kasus yang menjerat kliennya merupakan kasus publik.

“Klien saya pun bersikap kooperatif terhadap keinginan penyidik. Jadi tak ada yang ditutupi, sehingga penyidikan tetap berjalan,” ujar Agustan saat dikonfirmasi terpisah.

Menurut Agustan, ada tiga pasal yang dikenakan terhadap kliennya. Pertama undang-undang teroris, IT dan darurat. Dari tiga pasal tersebut, jika tidak terbukti teroris berarti masuk ke pasal IT. Meskipun demikian, tersangka AS pun mengakui bahwa video yang dibuat tersebut merupakan miliknya.

“Saya tetap memperjuangkan klien saya, untuk masalah nantinya. Karena ini masih berproses dan kita juga menunggu pelimpahan tahap dua ke kejaksaan,” urainya.

Dia juga mengatakan, kasus ini pun nanti akan ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Samarinda. Namun untuk proses sidang rencana dilaksanakan di Kota Tarakan. Berdasarkan pengakuan tersangka AS, video yang dibuat tersebut hanya iseng-iseng.

Dia menegaskan, pihaknya akan tetap memperjuangkan kliennya hingga bebas. Apabila hal yang didugakan tidak terbukti saat proses penyidikan. “Klien saya tak ada keterlibatan jaringan aksi terorisme, video yang dibuat hanya iseng saja,” pungkasnya. (uno/rio)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 10:50

Pemerintah Desa Diwanti-wanti

TANJUNG SELOR – Dana desa yang didapat Kabupaten Bulungan pada…

Rabu, 16 Januari 2019 10:49

Karena Ini, Warga Kembali ke Air Sungai

TANJUNG SELOR – Warga di kawasan Bulu Perindu, Kelurahan Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 10:46

Turun, Penduduk Miskin Masih Diangka 49.590 Jiwa

TANJUNG SELOR – Jumlah penduduk miskin berdasarkan data Badan Pusat…

Rabu, 16 Januari 2019 10:34

LAMANYA BAH..!! Daftar Tunggu Haji 24 Tahun..!!

TANJUNG SELOR – Daftar tunggu haji di Kalimantan Utara sangat…

Selasa, 15 Januari 2019 13:01

Tak Ditanggapi Bagian Hukum

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan…

Selasa, 15 Januari 2019 12:22

KETERLALUAN MALINGNYA..!! 10 Besi Pembatas Jembatan Raib

TANJUNG SELOR – Jembatan di Bulu Perindu yang menghubungkan Kelurahan…

Senin, 14 Januari 2019 11:53

Untuk Ini, Duit Rp 1,2 Triliun Dianggap Tak Cukup

TANJUNG SELOR – Perbaikan sejumlah infrastruktur jalan, kembali sulit direalisasikan…

Senin, 14 Januari 2019 11:52

Akreditasi Puskesmas Ditarget Tuntas Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara menargetkan seluruh pusat…

Minggu, 13 Januari 2019 13:02

Jalan Niaga ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Lubang besar di Jalan Niaga, Tanjung Selor,…

Minggu, 13 Januari 2019 13:00

Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye, Gerindra Paling Besar

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara resmi mengumumkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*