MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 30 Mei 2018 14:46
Dua Bocah Nyaris Jadi Korban Pencabulan
SEPI: Suasana poskamling di sekitar Kelurahan Pamusian, yang diduga lokasi kejadian percobaan pencabulan.

PROKAL.CO, TARAKAN - Warga RT 24 Markoni Kelurahan Pamusian digegerkan dengan kabar percobaan pelecehan seksual seorang pria kepada anak di bawah umur, Senin (28/5) sore. Dugaan adanya percobaan pencabulan itu dikuatkan dengan kondisi korban mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Kejadian tersebut bermula saat RN (6) dan VA (6) sedang bermain di sekitar rumah usai pulang sekolah. Kemudian kedua bocah tersebut tiba-tiba didatanggi pria tak dikenal dan langsung mengajak RN dan VA mengikutinya ke poskamling yang tidak jauh dari rumah dua anak tersebut.

Setelah berada di dalam poskamling pria tidak dikenal tersebut memangku VA dan pelaku juga menyuruh RN merekam kegiatan mereka dengan ponsel gengam. Tidak lama kemudian VA berteriak menjerit seperti orang yang sangat ketakutan. Setelah itu kedua bocah tersebut berlari keluar poskamling.  Beruntung, teriakan kedua bocah itu terdengar oleh warga yang rumahnya dekat dengan poskamling tersebut.

Rholiqa seorang saksi mata mengungkapkan, tiba-tiba mendengar suara teriakan anak kecil. Kemudian tidak berselang lama, keluarlah dua anak kecil dari arah poskamling berlari mendekatinya.

“Waktu itu saya sedang menjemur. Tiba-tiba ada suara anak berteriak. Saya kaget. Cuman saya binggung dari mana suaranya. Ketika anak itu keluar baru saya sadar rupanya suaranya dari dalam poskamling,” ujarnya.

Rholiqa menjelaskan, sebenarnya pelaku bisa ditangkap. Namun dikarenakan warga kurang mengerti tentang kejadian yang terjadi, pelaku percobaan pencabulan pun dilepaskan.

“Orangnya sudah pucat. Sempat teriak tidak melakukan apa-apa kepada kedua anak tersebut. Setelah sudah jelas baru warga di sini sangat menyesal,” tegasnya.

Ali, warga lainnya, mengatakan bahwa dirinya sudah di sebelah pelaku. Namun, karena tidak tahu persoalan yang terjadi, ia hanya mendatangi VA dan RN yang terlihat ketakutan.

“Pas saya keluar orang tersebut kelihatan gugup. Saya sempat tanya dia itu beralamat di Gunung Lingkas," ujarnya.

Meski demikian Ali mengaku masih mengingat persis ciri-ciri pelaku. Dengan kulit berwarna putih, tinggi sekitar 165 sentimeter dan menggunakan sepeda motor matic warna putih.

Saat media ini mendatangi orang tua VA yakni Ningsih, ia mengatakan jika anaknya hingga kini masih takut dan tidak ingin berbicara. “Kemarin saja dia berbicara setelah cerita kronologisnya. Setelah itu sudah tidak mau, dan pagi ini (kemarin, Red) dia tidak mau sekolah,” singkatnya. (*/ade/rio)

loading...