MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 03 Juni 2018 16:32
Jembatan Udara Berguna Pasarkan Produk Perbatasan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tahun ini, Kalimantan Utara mendapatkan program jembatan udara dari pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk mendistribusikan barang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah perbatasan, pedalaman dan wilayah terluar.

Diharapkan program ini mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok antara wilayah perkota dengan perbatasan juga pedalaman. Selain distribusi barang, jembatan udara juga bisa dimanfaatkan warga pedalaman dan perbatasan untuk memasarkan produk lokal masyarakat setempat.

Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Andi Nasuha mengatakan, hal itu bisa dilakukan untuk mengangkut produk perbatasan ke daerah lain di Kaltara. Namun, untuk bisa menjadi fasilitas distribusi produk perbatasan lewat jembatan udara, dibutuhkan payung hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

“Sebenarnya jembatan udara dimungkinkan untuk mendistribusikan produk dari perbatasan untuk dijual melalui Tarakan. Karena, selama ini pesawat juga dalam keadaan kosong ketika kembali dari perbatasan ke Tarakan,” ungkap Andi, beberapa waktu lalu.

Untuk bisa menjalankan jembatan udara sebagai distribusi produk perbatasan, Andi menyebut harus berkoordinasi dengan instansi terkait. Antara lain Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Bandara Juwata Tarakan. “Saya belum mendapat informasi lanjutan bagaimana aturannya, sehingga butuh menjalin komunikasi di antara instansi terkait,” ujarnya.

Jika sudah ada kejelasan aturannya, jembatan udara ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat di perbatasan. Pasalnya, biaya distribusi produk bisa ditekan melalui jembatan udara dan mampu mendukung kegiatan promosi.

“Kita kan punya sumber daya yang bisa dikirim dari perbatasan. Dengan adanya jembatan udara, diharapkan dapat menyelaraskan antara produksi dan pemasarannya. Jadi, ada timbal balik yang saling menguntungkan,” terangnya.

Dishub Kaltara, kata Andi, terus mendorong pemerintah untuk memprioritaskan Kaltara bisa segera mandiri. Sehingga, ke depan, Kaltara tidak lagi ketergantungan dengan subsidi untuk distribusi barang. Salah satunya adalah mendorong untuk dilakukan pengembangan bandara yang ada di Kaltara.

Apalagi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjanjikan akan memberikan anggaran Rp 1 triliun untuk pengembangan sektor perhubungan di Kaltara. (rus/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*