MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 06 Juni 2018 15:31
Kuota Batu Bara Diusulkan Tak Diubah

Wamen ESDM Beri Respons Positif

Gubernur bersama Wamen ESDM Archandra Tahar (kanan) dan Wakil Menlu Abdurrachman M Fachir (tengah).

PROKAL.CO, JAKARTA - Di sela-sela acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembanguna Berkelanjutan 2017-2019 di Istana Wakil Presiden (Wapres), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menyempatkan diri berdiskusi dengan sejumlah tokoh nasional, Selasa (5/6).

Salah satunya, dengan Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar. Kepada Archandra, Gubernur mengusulkan agar kuota produksi batu bara di Kaltara pada 2018 ini dapat kembali disamakan dengan tahun sebelumnya. Dimana kuota produksi batu bara Kaltara pada 2018 hanya sebesar 9 juta ton, atau turun 3 juta ton dari kuota produksi 2017 yang mencapai 12 juta ton.

Menurut Gubernur, penurunan kuota produksi tersebut akan berdampak pada turunnya dana bagi hasil royalti batu bara. “Padahal, Kaltara sebagai provinsi baru memerlukan dana pembangunan daerah yang memadai untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya,” ujar Gubernur.

Alasan selanjutnya, potensi batu bara di Kaltara masih tergolong besar sehingga dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri maupun ekspor. “Apabila kuota diturunkan, maka perusahaan batu bara yang ada akan mengurangi produksinya. Ini tentu akan mengganggu komitmen mereka terhadap pembeli dari luar maupun dalam negeri. Bahkan, juga bisa berdampak kemungkinan terjadinya PHK dan menurunnya nilai investasi di Kaltara,” papar Gubernur.

Dampak lainnya, dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran. Dengan demikian, daya beli masyarakat akan menurun. “Secara keseluruhan, maka ekonomi daerah menjadi merosot dan daya beli masyarakat akan menurun,” tambahnya.

Usulan tersebut pun mendapat respons positif Wamen ESDM. Bahkan, lanjut Gubernur, bila perlu kuota produksi batu bara di Kaltara ditambah sehingga dapat mendongkrak perekonomian. “Pak Archandra merespons positif usulan kita dan siap membantu agar kuota produksi batu bara Kaltara dikembalikan seperti 2017. Atau, kalau perlu ditambah dengan mendiskusikannya kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Dirjen Minerba Kementerian ESDM,” ujarnya. (humas)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:57

Sertifikasi TKA Sasar Perguruan Tinggi

TANJUNG SELOR – Tahun ini, program sertifikasi tenaga kerja di…

Rabu, 20 Maret 2019 12:56

Kajian Potensi Perikanan Akan Diuji Kembali oleh KKP

HASIL kajian potensi kelautan dan perikanan di Kaltara akan diuji…

Rabu, 20 Maret 2019 12:55

KENAPA...?? Gubernur Layangkan Surat ke Menteri Susi

TARAKAN - Bertempat di ruang VIP Bandara Juwata Tarakan, Senin…

Rabu, 20 Maret 2019 12:54

Gubernur Hadiri Rakornas HKTI di Istana Negara

JAKARTA - Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie hadir…

Selasa, 19 Maret 2019 14:55

Gubernur Ajak Peduli Kebersihan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Selasa, 19 Maret 2019 14:54

Satpol Diinstruksikan Razia ASN

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Selasa, 19 Maret 2019 14:53

Gubernur Ingatkan ASN soal Sumpah

TANJUNG SELOR – Calon pegawai negeri sipil maupun PNS harus…

Selasa, 19 Maret 2019 14:52

Gubernur Minta KMJ Utamakan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meminta…

Senin, 18 Maret 2019 16:30

Gubernur Tekankan Penggunaan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Senin, 18 Maret 2019 16:28

Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kanal Antarmoda

TARAKAN – Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor 600/984.1/PUPR-PERKIM/GUB…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*