MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 08 Juni 2018 15:09
Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil
MASIH STABIL: Harga kebutuhan pokok terutama daging sapi belum mengalami kenaikan yang signifikan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jelang Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor,  belum mengalami lonjakan. Hingga kini, harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil.

Berdasarkan pantauan Bulungan Post di sejumlah pedagang, harga minyak goreng kemasan masih berkisar Rp 16 ribu per liter, gula Rp 16 ribu per kilogram (kg). Selain itu, harga telur ayam belum mengalami kenaikan sejak awal Ramadan yakni Rp 50 ribu per piring, harga bawang putih dan merah Rp 40 ribu per kg, cabai rawit Rp 40 ribu per kg.

Pedagang telur dan bawang di Pasar Induk Tanjung Selor, Rahma mengatakan, stok dan harga dari distributor di Samarinda juga masih belum mengalami kenaikan.

“Untuk telur asal Malaysia harganya cukup mahal yakni Rp 80 ribu per piring. Makanya saya hanya menjual telur asal Samarinda. Distributor atau agennya belum menaikkan harga. Kemungkinan harganya akan naik pada H-3 Lebaran,” katanya.

Hal senada turut dikatakan Amir. Pedagang cabai tersebut mengatakan, harga cabai yang didatangkan dari Berau pun belum mengalami kenaikan.

“Selama Ramadan ini harga cabai tetap stabil dikisaran Rp 40 ribu. Kebetulan stok yang didatangkan dari Berau dan daerah lain masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pembeli,” jelasnya.

Namun, untuk harga daging sapi lokal telah mengalami kenaikan Rp 20 ribu. Jika biasanya harga daging sapi lokal Rp 130 ribu per kg, kini dijual Rp 150 per kg. Sedangkan untuk harga daging ayam kota, masih Rp 40 ribu per kg.

Afdaliah, pedagang daging lokal di Pasar Induk Tanjung Selor menerangkan, harga daging lokal kemungkinan akan mengalami kenaikan hingga Rp 160 ribu per kg.

“Naiknya harga daging sapi karena peternak juga menaikan harga, apalagi jelang Lebaran. Tapi, meski mahal pembeli cukup ramai,” tuturnya.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM Provinsi Kaltara, Septi Yusnita mengatakan, naiknya harga daging sapi hingga Rp160 ribu per kg dinilai masih wajar. Sebab, pedagang menyesuaikan harga di tingkat peternak.

“Kalau daging sapi beku impor di Bulungan harga jualnya Rp 80-120 ribu. Itu ketetapan dari pemerintah. Untuk stok daging sapi di Kaltara aman karena pemerintah bekerja sama dengan peternak menyiapkan 70 ton di Kaltara,” tandasnya. (*/isa/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*