MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 09 Juni 2018 12:48
Harga Tiket Pesawat “Menggila”

Masakapai Tak Patuhi Aturan Ambang Batas

TUNGGU CHEK-IN: Penumpang duduk di lantai ruang check-in terminal Bandara Juwata Tarakan sambil, Rabu (7/6).

PROKAL.CO, TARAKAN – Lonjakan harga tiket pesawat menjelang Hari Raya Idulfitri, semakin tak terkendali. Jika tiket tujuan Tarakan–Makassar ada yang tembus hingga Rp 2 juta. Rute Balikpapan dan Jakarta juga mengalami kenaikan harga “menggila”.

Salah seorang warga, Steve Singgih Wibowo mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat. Apalagi dia baru membeli tiket pesawat karena harus berangkat mendadak ke Samarinda.

“Keluarga meninggal di Samarinda, tadi pagi (Jumat, 8/6) mau berangkat cari tiket, paling tinggi sudah Rp 1,9 juta ke Balikpapan dan itu sudah habis. Dapat informasi sama juga ke Jakarta juga malah Rp 4 juta,” beber Steve Singgih kepada Bulungan Post.

Menurutnya, animo masyarakat yang cukup tinggi untuk bepergian menggunakan pesawat udara di momen Lebaran, menjadi kesempatan maskapai untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia pun mempertanyakan peran pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya dalam mengawasi harga tiket pesawat. 

“Cobalah di antara pemerintah daerah ini ada ambang batas. Kalau tinggi jangan juga sampai melampaui. Yang masyarakat ingin mudik itu harusnya dipermudah, bukan dipersulit,” sesalnya.

Steve meminta kalau perlu harga tiket di momen :ebaran sama seperti harga normal di hari biasa. Sebab, tidak ada faktor yang mempengaruhi kenaikan harga tiket. Seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Dengan kenaikan yang dinilai tidak terkendali ini, masyarakat ucapnya, sangat dirugikan.

“Kami minta pemerintah menentukan ambang batas tiket. Jangan seenak-enaknya seperti ini,” kesalnya.

Lonjakan harga tiket yang sangat tinggi ini memang tak sesuai bila mendengar jaminan dari sejumlah maskapai ketika menghadiri apel posko angkutan lebaran di bandara Juwata Tarakan, Rabu (7/6).

Perwakilan Garuda Indonesia, Rudi, ketika itu menuturkan, harga tiket yang dipatok pihaknya masih memenuhi ambang batas. Seperti tujuan Tarakan-Balikpapan tertinggi Rp 900 ribu, dan Jakarta Rp 1,2 juta.

“Itu sudah maksimum dan sesuai aturan menteri perhubungan. Jadi kami enggak berani untuk menaikkan lagi,” ujarnya. 

Begitupun dengan perwakilan Sriwijaya Distrik Tarakan, Rendi. Tujuan Tarakan–Balikpapan, harga terendah Rp 402 ribu, dan tertinggi dipatok hanya Rp 1,2 juta.

“Seperti disampaikan kepala banda bahwa sudah diatur PM 14/2016 tentang kami selaku operator mengikuti regulator tersebut,” kata Rendi.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Asri Santosa saat itu menegaskan, harga tiket harus berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Sudah diatur semuanya di dalam PM (peraturan menteri) tersebut,” tegas Asri, ditemui usai membuka posko pengamanan arus mudik di bandara Juwata Tarakan, Rabu (7/6).

Menurutnya, bisnis maskapai memang murni berdasarkan keuntungan. Namun demikian, pihaknya tetap menjaga rasio atau batas ambang dari tarif penerbangan melalui aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Ia menambahkan, jika ada maskapai yang berani menaikkan harga tiket di luar aturan, tentunya akan ada sanksi yang diberikan baik sanksi administrasi ataupun denda. “Di aturan ada itu,” tegasnya.

Dari hasil laporan yang ia terima, hari pertama arus mudik di Bandara Juwata Tarakan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Meskipun ada kenaikan, namun jumlahnya tidak telalu banyak. “Sekitar 3 persen dari tahun-tahun yang lalu,” tuturnya.

Ia menargetkan, lonjakan penumpang bisa mencapai 2 ribu sampai 2.500 penumpang per harinya. Dibandingkan hari bisa yang hanya 1.000 sampai 1.500 penumpang setiap hari.

Saat ini jumlah maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Juwata Tarakan sebanyak 9 kali. Baik penerbangan komersil maupun perintis yang akan melayani daerah pedalaman. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*