MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Selasa, 12 Juni 2018 15:10
Raperda RZWP3K Ngantre di Kemendagri
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kaltara menjadi salah satu produk hukum yang ditunggu untuk segera disahkan.

Setelah ada persetujuan antara Pemprov dengan DPRD Kaltara, 1 Mei lalu, kini raperda tersebut masih di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan nomor registrasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakry mengatakan, dengan adanya payung hukum RZWP3K, maka pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau di Kaltara bisa lebih terencana. Pemanfaatannya juga bisa dilakukan dengan legal, karena sudah diperkuat dengan perda dan tidak ada penyalahgunaan zonasi.

“Kalau sudah disahkan perdanya, semua bisa diatur, khususnya pemanfaatan wilayah laut, termasuk pulau kecil dan daerah pesisir,” ujar Amir, pekan lalu.

Di dalam Raperda RZWP3K, ruang laut dan pesisir Kaltara dibagi dalam empat zona. Yakni, alur laut, kawasan konservasi, kawasan strategis nasional tertentu (KSNT), dan jalur pemanfaatan umum (JPU). Dengan pembagian zona itu, potensi pembangunan di sektor kelautan dan perikanan akan memiliki peluang yang lebih besar. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Selama ini, kata Amir, tidak bisa leluasa bergerak karena belum adanya regulasi dari daerah. “Inilah pentingnya perda ini. Selain pemanfaatan oleh yang memiliki kewenangan, juga jadi potensi pendapatan bagi daerah dan masyarakatnya,” ujarnya.

Ditanya terkait batas pemanfaatan ruang laut antara Kaltara dengan Kaltim, Amir mengatakan, hal itu belum ada. Pasalnya, Kaltim yang merupakan provinsi induk Kaltara hingga kini belum membuat Perda RZWP3K.

Selain itu, Amir juga mengharapkan dengan cepat disahkannya Raperda RZWP3K ini, konflik yang biasa terjadi di sektor kelautan dan perikanan bisa diminimalisasi sehingga pemanfaatan sumber daya alam yang ada bisa lebih maksimal.

“Apalagi, wilayah pesisir Kaltara dengan 188 pulau kecil dan panjang garis pantainya 3.519 kilometer, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 15:11

Disnaker Terkendala Anggaran untuk Sertifikasi

TANJUNG SELOR – Sertifikasi tenaga kerja dianggap penting Kepala Dinas…

Minggu, 24 Maret 2019 15:08

Tak Ada Ruang Khusus Caleg Gagal dan Stress

TANJUNG SELOR – Ruang khusus di rumah sakit sejumlah daerah…

Minggu, 24 Maret 2019 15:06

90.913 Lembar Surat Suara Rusak

TANJUNG SELOR – Sebanyak 90.913 lembar surat suara pemilu serentak…

Minggu, 24 Maret 2019 15:04

Jalan Rusak ‘Dicuekin’ Pemkab

TANJUNG SELOR – Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Palas…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:19

Rumah Ibadah Bebas dari Aktivitas Kampanye

TANJUNG SELOR - Direktorat Bimbingan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Utara,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:13

Pencuri Spesialis Beraksi Subuh Dibekuk

TARAKAN – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah itulah…

Jumat, 22 Maret 2019 14:23

Korban Luka Jadi Saksi Utama

TARAKAN – Penyelidikan atas insiden kebakaran di stasiun G-8 PT…

Kamis, 21 Maret 2019 14:23

Guru TK Wajib Berijazah S-1

TANJUNG SELOR – Guru-guru TK lulusan SMA yang saat ini…

Kamis, 21 Maret 2019 14:21

Ruang Rawat Inap Ditambah

TANJUNG SELOR – Bertambahnya jumlah pasien yang harus menjalani rawat…

Rabu, 20 Maret 2019 12:52

Soal Ini, Kaltara Hanya Dijatah 132 Orang

TANJUNG SELOR – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuka penerimaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*