MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 14 Juni 2018 14:20
Ekspor Kayu Capai USD 13,8 Juta

PROKAL.CO, DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop dan UKM) Kaltara mencatat nilai ekspor triwulan I 2018 mengalami pertumbuhan. Salah satu komoditas ekspor yang mencatatkan pertumbuhan adalah kayu. Kenaikannya sebesar 63,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor kayu pada triwulan I tahun ini mencapai USD 13,8 juta. Pertumbuhan ini didukung adanya kenaikan harga di pasar internasional. Berdasarkan data dari Bank Dunia, harga kayu jenis plywood yang merupakan komoditas utama kayu di Kaltara, berada di angka USD 5 per lembar.

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh, kenaikan harga jual log dan plywood di triwulan I 2018 ini terjadi sejak akhir tahun lalu. Didorong oleh membaiknya kondisi cuaca,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindagkop dan UKM Kaltara Budi Harsono Laksono beberapa waktu lalu.

Budi menambahkan, ekspor Kaltara masih didominasi oleh batu bara. Batu bara menyumbang 82,7 persen dari total ekspor Kaltara sepanjang triwulan I. Kayu menempati urutan kedua dengan 6,7 persen. Sisanya, disumbang oleh crude palm oil (CPO), hasil perikanan dan tembakau. “India dan Jepang merupakan negara tujuan utama ekspor luar negeri Kaltara untuk komoditas batu bara dan udang,” terangnya.

Dia menyebut, pertumbuhan ekspor dan impor di Kaltara berkorelasi negatif. Sebab, nilai impor yang masuk Bumi Benuanta lebih besar dibandingkan komoditas yang dikirim ke luar negeri dari Kaltara.

Impor Kaltara pada triwulan I juga tercatat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Jika triwulan IV 2017 tercatat 16,7 persen, di tiga bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan 30 persen. “Ini mengakibatkan impor luar negeri menyumbang andil negatif sebesar 0,5 persen terhadap ekonomi Kaltara triwulan I,” ungkapnya.

Dijelaskan, meningkatnya nilai impor di Kaltara didorong kenaikan perlengkapan elektronik yang mencapai USD 12 juta dengan persentase terbesar hingga 59,3 persen. Disusul oleh impor kapal sebesar 12,9 persen dan besi baja 6,3 persen. Tiga komoditas itu diimpor dari Jepang dan Tiongkok dengan pembagian persentase 58,8 persen dan 22,3 persen. “Mitra dagang impor lainnya yakni Korea Selatan dan Malaysia,” imbuhnya.

Budi memperkirakan pertumbuhan impor Kaltara di triwulan II akan tumbuh melambat. Perlambatan dikarenakan turunnya nilai impor mesin dan perlengkapan elektronik. Namun, di sisi lain, impor bahan baku untuk lapangan usaha konstruksi dan barang konsumsi akan meningkat. (rus/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*