MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 27 Juni 2018 13:42
Pelaku SARA Diuber Polisi
Yudhistira Midhyawan

PROKAL.CO, DINODAINYA Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan dengan black campaign yang dilakukan melalui selebaran melalui isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) membuat Kepolisian pun geram.

Kepolisian Resor (Polres) Tarakan pun telah melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Namun, dari hasil keterangan saksi tersebut, pihaknya belum mengetahui pelaku black campaign yang ditujukan kepada pasangan calon Badrun-Ince.

"Pelakunya dalam tahap proses pencarian.  Saat kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi yang kami panggil, mereka tidak dapat menyebutkan keterangan lebih lanjut tentang pelakunya. Mereka hanya menjelaskan menemukan selebaran tersebut di mobilnya," katanya kepada Bulungan Post, Selasa (26/6).

Yudhistira mengakui, pihaknya kini dalam tahap pencarian terhadap pelaku. Lalu akan memanggil pemilik akun yang menyebarkan selebaran tersebut di media sosial.

"Mengapa begitu, sebab yang pertama kali memposting juga ada andil, menyebarkan provokasi melalui medsos," ungkapnya.

Ia menyayangkan orang yang pertama kali menemukan selebaran tersebut justru mengunggahnya melalui medsos. Seharusnya, tindakan yang benar ucapnya adalah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

"Saya harap kepada seluruh masyarakat Bumi Paguntaka agar tidak ikut menyebarkan selebaran tersebut. Baik dalam gambar atau selebarannya. Karena kita khawatirkan hal baru terjadi," ungkapnya.

Yudhistira mengakui bahwa bukan hanya pihaknya yang menelusuri hal tersebut, melainkan bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) demi terciptanya Tarakan yang damai.

Anggota Panitua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tarakan, Jupri mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait pelaku black campaign tersebut. Namun, karena pandangan si pelapor terbatas lantaran si pelaku berada jauh, ciri-ciri pelaku pun tak dapat diketahui secara rinci.

"Menurut keterangannya, ia tidak begitu jelas melihat wajahnya. Yang pasti pelaku menggunakan motor matic warna putih," ungkapnya.

Meski begitu, Panwaslu Tarakan tetap harus melakukan penyidikan lebih lanjut. Sebab keterangan saksi yang diberikan belum memenuhi syarat.

"Kita butuhkan seminggu masa penyidikan, lalu kita akan melakukan rapat untuk memastikan tindak lanjut dari kasus tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua tim sukses Bais, Hasan Basri, mengecam cara-cara yang dilakukan oknum penyebar selebaran berisi isu SARA tersebut. Menurutnya, cara yang dilakukan dengan menyebarkan isu SARA merupakan perbuatan politik kotor.

"Ini kan sudah menyangkut SARA. Kita semua tahu bahwa SARA sangat dilarang dan sangat dikutuk di seluruh dunia," ujarnya, Senin (25/6).

Karena itu, pihaknya meminta kepada pihak yang berwenang agar mengusut tuntas pelaku penyebar selebaran tersebut. Dia yakin ada pelakunya. "Tidak mungkin jika selebaran itu tertulis dengan sendirinya. Dan, jelas yang melakukan hal tersebut, pasti yang duluan takut kalah sebelum berkompetisi. Karena tidak bisa mengalahkan strategi kami, jadi menggunakan hal-hal kotor seperti itu," ujarnya.

Karena tindakan kampanye hitam atau black campaign dari oknum itu, kini tim advokasi pihaknya telah menindaklanjuti. "Sebenarnya pihak kami melapor atau tidaknya, pihak kepolisian telah bergerak dengan sendirinya. Sebab, isi dari selebaran tersebut berisi tentang SARA, hoax, dan ujaran kebencian. Bagaimanapun pasti ditelusuri," ungkapnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 12:54

Khairul Kantongi Nama Pj Sekkot

TARAKAN – Siapa yang menjadi penjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:16

Pidanakan Penyebar Hoaks, Kapolda: Jangan Coba-Coba Merusak Pesta Demokrasi

TARAKAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara bersama Tentara Nasional…

Kamis, 21 Maret 2019 13:51

Tarakan Masih ‘Gelap’

TARAKAN – Para pekerja PT Medco E&P Indonesia di Blok…

Rabu, 20 Maret 2019 12:50

Kenaikan Gaji PNS Tunggu Payung Hukum

TARAKAN – Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah…

Rabu, 20 Maret 2019 12:00

Pakai Sampah untuk Listrik, Investor Di-deadline Tiga Bulan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul, memberikan waktu tiga bulan…

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*