MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 19 Juli 2018 01:54
Berharap Kesetiaan Pelanggan, Hemat Waktu dan Isi Dompet

Perahu Ketinting, Transportasi Tradisional yang Masih Bertahan

TRANSPORTASI TRADISIONAL: Perahu ketinting yang digunakan masyarakat untuk menyeberangi Sungai Kayan. Transportasi ini sudah digunakan sejak lama oleh warga Bulungan.

PROKAL.CO, class="p1">Perahu bermesin tempel terlihat lalu lalang di Sungai Kayan. Moda transportasi tradisional itu masih menjadi primadona di tengah pilihan alternatif jasa transportasi lainnya. Terutama bagi warga Tanjung Palas yang hendak ke Tanjung Selor dan sebaliknya.

 

ARIFUDDIN, Tanjung Selor

 

SEJAK dulu, jasa transportasi ini sudah digunakan oleh masyarakat. Pilihan untuk menggunakan perahu ketinting untuk menyeberangi Sungai Kayan bukan tanpa sebab. Selain murah, juga dinilai menghemat waktu.

Padahal, pemerintah telah menyediakan jembatan untuk bisa menuju Tanjung Palas yang berada di kawasan Jelarai. 

Namun karena terlalu jauh memutar, akhirnya, sebagian masyarakat masih banyak yang memilih untuk menggunakan perahu ketinting. Terutama yang hanya membawa sepeda motor.

Selain pengendaranya, sepeda motor pun ikut dinaikkan dengan perahu ketinting. Walau berisikoalasan murah dan menghemat waktu menjadi alasan bagi masyarakat untuk menggunakan perahu ketinting untuk menyeberangi Sungai Kayan.

Tidak butuh waktu lama memang untuk bisa menuju Tanjung Selor dari Tanjung Palas. Sejak tali tambang dilepas dari tambatan, sepuluh menit kemudian, masyarakat bisa tiba di Pelabuhan Kayan I.

Terhitung, sekitar 25 unit perahu ketinting atau kerap dinamakan tambangan beroperasi melayani masyarakat. Perahu-perahu itu bolak-balik dari Pelabuhan Jalaludin, Tanjung Palas menuju ke Pelabuhan Kayan I atau III, Tanjung Selor.

Sekali jalan, satu tambangan mampu memuat 3 unit motor dan delapan orang. Tarif yang dipatok untuk satu orang Rp 10 ribu. Harga yang sama juga diberikan kepada pengendara yang menaikkan motornya ke atas tambangan. 

Bambang Purwanto, mengaku nyaman menggunakan jasa transportasi tradisional ini. Alasan itulah yang membuatnya tetap setia untuk bisa menyeberangi Sungai Kayan yang penuh risiko. 

“Sudah biasa gunakan tambangan. Selain nyaman juga cepat. Enggak mutar jauh,” ucapnya. 

Alasan yang sama juga diutarakan Amel. Faktor waktu membuat Amel terus memilih menaikkan motornya ke atas tambang ketimbang melewati jembatan. “Suka aja. Dekat, sama cepat sampainya,” kata Amel yang kemudian tersenyum dengan ramah. 

Kesetiaan pelanggan membuat, motoris tambangan terus bertahan melakukan pekerjaan berisiko itu. Anto, salah seorang motoris perahu ketinting mengaku bisa mendapat uang Rp 100 ribu setiap harinya. 

Jumlah itu menurut Anto sudah  turun cukup jauh. Empat tahun yang lalu, ia bisa mengumpulkan pendapatan Rp 200 ribu tiap hari dari jasa transportasi tradisional ini.

“Sekarang sulit juga,” aku pria yang bermukim di kawasan Mangku Palas, Kecamatan Tanjung Palas Tengah ini.

Anto mengeluhkan kondisi fasilitas pelabuhan yang menurutnya kurang baik. Padahal, jika fasilitas pelabuhan diperbaiki, ia yakin, makin banyak masyarakat yang tetap menggunakan moda transportasi tradisional tambangan tersebut.

Pernyataan itu juga diamini Saeful. Motoris yang telah bekerja sebagai motoris perahu ketinting selama 18 tahun itu mengaku, dari pagi hingga malam hanya dapat uang di bawah Rp 100 ribu. Padahal dirinya, harus membayar izin trayek Rp 240 ribu per bulan. 

Menurut pria paro baya itu, tambangan harusnya terus dipertahankan sebagai jasa transportasi tradisional. Namun, perlu mendapat perhatian pemerintah agar kondisinya tidak seburuk seperti sekarang. 

“Tambangan-tambangan ini memberi kontribusi tidak hanya kepada masyarakat yang menggunakan jasa, keluarga kami juga bergantung dari hasil didapatkan hari ini. Semoga jasa tambangan ini tidak hilang termakan zaman,” pungkasnya. (*/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 13:10

Besok Ditarget Normal

Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Tarakan dan Tanjung Selor,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:07

Pembangkit PT SAS Mati Total

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik bergilir untuk wilayah Tanjung Selor…

Jumat, 22 Maret 2019 14:20

Kerja Sama Indonesia – RRT, PLTA Kayan Masuk Prioritas

NUSA DUA – Kerja sama antara Indonesia dengan Republik Rakyat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:17

Kapolda: Almarhum adalah Pahlawan Bangsa

Lagu gugur bunga mengiringi keberangkatan jenazah almarhum Bharatu Anumerta Muhammad…

Jumat, 22 Maret 2019 14:13

Hantam Orang Menyeberang Jalan, Nyawa Mahasiswi Melayang

TANJUNG SELOR - Nasib nahas menimpa Reka (19), warga Jalan…

Kamis, 21 Maret 2019 13:48

Gelap-gelapan Lebih Panjang

TANJUNG SELOR – Pemadaman listrik bergilir di Bulungan, kembali dijadwalkan…

Kamis, 21 Maret 2019 13:46

Polisi KKSB Baku Tembak, Personel Brimob asal Nunukan Gugur di Papua

TANJUNG SELOR - Bharada Aldy, anggota Korps Brimob Polri dari…

Kamis, 21 Maret 2019 13:43

Pencabulan Terungkap karena Ada Bercak Darah

TARAKAN – Sungguh keterlaluan perbuatan CK (37). Warga Karang Anyar,…

Kamis, 21 Maret 2019 13:42

Tiga Jam Mengintai, Polisi Bekuk Penjudi Togel

TANJUNG SELOR – Ambo Tuwo (65), harus merasakan dinginnya ruang…

Rabu, 20 Maret 2019 11:51

Sudah 10 Hektare Lahan Terbakar di Bulungan, Pemilik Sengaja Membakar

TANJUNG SELOR – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*