MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 03 Agustus 2018 13:36
Kenaikan Harga Ayam Ancam Inflasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kaltara menekan inflasi yang naik pada Juni lalu hingga 2,71 persen, dengan melakukan pengawasan di lapangan, dinilai cukup berhasil. 

Pada Juli, Tarakan kembali mengalami deflasi mencapai 1,40 persen. Harga tiket pesawat yang kembali normal, menjadi pemicunya.

“Penyebabnya adalah tiket pesawat turun. Jadi kemarin inflasinya 1,58, sekarang inflasinya 1,54. Jadi kembali normal,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, Imam Sudarmaji, Kamis (2/8).

Namun, tidak semua kebutuhan pokok penyumbang inflasi ikut turun. Di kelompok makanan misalnya, harga ayam dan ikan laut yang masih mengalami fluktuasi juga ikut mengancam inflasi.

“Daging ayam sama layang masih di atas. Mungkin karena tamu masih ingin makan layang,” kata Imam sambil sesekali bercanda.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tarakan perlu mengambil sikap tegas dalam mengawasi harga ayam di pasar. Misalnya dengan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang bisa dipatuhi seluruh pedagang. Namun, harus ada regulasi yang mengaturnya.

Di pihak lain, Dinas Pangan, Pertanian dan Kelautan sudah mengantisipasi kekurangan stok menjelang hari raya Idul Adha. Kondisi ini dinilai salah satu penyebab belum turunnnya harga ayam di pasar.

Dinas Pangan, Pertanian dan Kelautan Tarakan telah memanggil peternak ayam untuk menghitung ketersediaan stok hingga saat lebaran nanti.

“Intinya kita tadi menghitung jumlah kebutuhan di Tarakan, perkiraan sekitar 461 ton, bulan Agustus. Kita rapat tadi tujuannya untuk persiapan hari besar tadi. Perkiraan kita tadi pasokan yang bisa dipenuhi teman-teman inti sekitar 371 (ton),” ujar Kepala Seksi Ketersediaan dan Distribusi, Suwondo, Rabu (1/8).

Untuk mencukupi kekurangannya, distributor berencana mendatangkan ayam dari luar Tarakan, seperti dari Tanjung Selor. Menurut Suwondo, langkah ini juga didukung pihak Karantina salama sesuai dengan prosedur pengiriman.

Sementara untuk daging beku, Suwondo menuturkan, sejumlah pengusaha super market sebenarnya sudah mendatangkan. Seperti Sinar Terang Bersaudara (STB). Dengan upaya ini diharapkan stok daging ayam cukup hingga lebaran.

Terkait pengawasan terhadap harga ayam, Suwondo menyerahkan kewenangan kepada Dinas Pedagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM). Pihaknya hanya mengurusi ketersediaan daging ayam.  

Terpisah, Kepala Dinas Perdindustrian, Perdangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disdperindagkop dan UMKM), Hartono, menyerahkan kewenangan mengawasi harga daging ayam dan ikan kepada Pemkot Tarakan.

“Saya sudah bicara sama Pak Ramli sebabgai kepala bidang perdangan berdasarkan Undang-Undang 23 Tahun 2014, pengawas ada di tingkat II,” tuturnya, Rabu (1/8). Namun, Hartono mengakui, masih belum turunnnya harga ayam karena stok daging yang kurang. (mrs/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*