MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 05 Agustus 2018 14:39
Jelang Idul Adha, Peternak Sapi Kebanjiran Pesanan
MULAI DIBORONG: Penjual sapi yang berada di Jalan Bhayangkara memberikan makan sapinya, kemarin (4/8)

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN - Menjelang Idul Adha beberapa pesanan sapi di Tarakan meningkat. Hal tersebut terlihat ramainya masyarakat yang mendatangi penjual sapi.

Seperti peternakan yang berada di Jalan Bhayangkara. Sang pemilik, Syamsi mengatakan bahwa beberapa ekor sapinya sudah dipesan oleh pembeli. Para pemborong yang menang menjadi langganannya telah membeli beberapa ternak sapinya untuk dijual kembali.

"Hanya beberapa yang tersisa, 10 ekor ini sudah di booking dan dekat lebaran sudah di ambil pemiliknya. Dan lebih hanyak itu dibeli pemborong," kata Syamsi kepada Bulungan Post, Sabtu (4/8).

Lebih lanjut, Syamsi mengatakan menjual masih dengan harga normal meskipun dibeberapa peternakan sapi menaikan harga karena mengambil momen Idul Adha. 

Saat ini sendiri harga sapi mencapai Rp 20-25 juta per ekor. Haga normal sebelum mendekati Idul Adha Rp 15-25 juta per ekornya yang ditentukan berdasarkan jenis seperti sapi punuk dan bali, selain itu berat juga saat menentukan harga.

"Kenaikan harga untuk sapi Bali sekitar Rp 2,5 juta sedangkan sapi punuk naik sekitar Rp 2 hingga 3 juta. Ini memang moment kenaikan harga sapi karena permintaan tidak sesuai dengan persediaan, saya saja menjelang Idul Adha sudah 15 ekor sapi yang terjual," jelasnya.

Sedangkan pemborong sapi, Hidayat mengatakan sudah menjadi kebiasaannya berbisnis sapi menjelang Idul Adha. Setiap tahun ia menjualkan hingga 100 ekor sapi yang dibelinya dari seluruh peternak sapi yang ada di Tarakan.

"Biasanya saya membeli sapi dari satu peternakan 15 ekor, kalau permintaan makin meningkat biasa sampai 20 ekor per satu peternakan. Ini saya jalankan pas bulan haji ini saja," ungkap Hidayat.

Untuk harga yang ia jualkan, tidak terlalu tinggi dari harga belinya. Hanya selisih Rp 1 hingga 3 juta rupiah saja  tergantung jenis sapi yang diinginkan. Selain itu ia hanya berbisnis untuk daerah Tarakan saja, sebab jika harus mengirimkan ke luar daerah urusannya akan sulit.

"Banyak saja yang pesan dari luar seperti Nunukan dan Bulungan, Namun ya itu urusannya pasti bakalan ribet. Alhamdulillah rejeki di Tarakan saja sudah cukup karena punya pelanggan tetap," pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*