MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:44
Batasi Pasokan Ikan dari Tawau, Hanya Bergantung dari Berau
Husna Ersant Dirgantara

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Ikan layang masih tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu komoditi yang nilai inflasinya cukup tinggi pada Juli lalu.  

Kondisi itu tidak lepas dari harga ikan layang di pasar tradisional yang masih mahal, mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Penyebabnya beragam. 

Selain faktor cuaca yang ekstreme dalam beberapa minggu ini sehingga membuat nelayan terkadang menunda pergi melaut, juga karena adanya pembatasan yang dilakukan Pemkot Tarakan terhadap pasokan ikan layang dari Tawau, Malaysia. 

Seperti diakui Kepala Bidang Perikanan dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan, Husna Ersant Dirgantara. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir, pihaknya membatasi masuknya ikan layang asal Tawau, dan lebih mengutamakan suplay ikan dari dalam negeri. 

“Sekarang kita usahakan dari Berau, sejak 2017,” ujar Ersant, ditemui awak media, usai mengikuti hearing di gedung DPRD Tarakan, Selasa (7/8). 

Padahal, sebelum 2017, Tarakan sangat bergantung suplay ikan layang dari Tawau. Ersant pun tak menampik, pembatasan ikan layang dari Tawau ikut mempengaruhi naik turunnya harga di Tarakan. 

“Pada saat kita tidak mendatangkan ikan layang dari Tawau, itu bisa terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan. Dari mungkin Rp 10 ribu bisa menjadi sampai Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, Tarakan memang sangat bergantung pada pasokan dari wilayah sekitar seperti Berau, serta dari Tawau. Karena perairan Tarakan dan Kaltara, minim ikan layang. Sementara tingkat konsumsi masyarakat Tarakan cukup tinggi. 

Setiap hari butuh kurang lebih 2 hingga 3 ton ikan layang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan. Sementara sejak bergantung pada suplay dari Berau, hanya mampu memenuhi 5 sampai 10 ton dalam seminggu. 

Meski demikian, Ersant mengaku suplay dari Berau dianggap masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Tarakan. Sehingga pihak tidak perlu mendatangkan ikan dari Tawau. 

Selain itu, pihaknya juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesegaran ikan. Misalnya, penggunaan zat berbahaya formalin. Karena itu, pengecekkan juga dilakukan dengan turun ke pasar-pasar tradisional untuk mengambil sampel lalu mengujinya.

Mengenai pengawasan masuknya ikan layang asal Tawau selama ini, Ersant menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan yang memiliki kewenangan. 

Sementara itu, terkait pengawasan, Kepala Pengawasan Pengendalian Data Informasi BKIPM Tarakan, Zainul Arifin menuturkan, pihaknya juga rutin mengecek kesegaran kondisi ikan layang dipasar tradisional.

“Kami sudah melakukan monitoring minggu-minggu kemarin ke pasar. Jadi kita coba di pasar tradisionil di Gusher dan Beringin. Karena yang kita lihat selama ini paling banyak yang ikan distribusinya dari Beringin. Kita melakukan monitoring bersama Balai POM Samarinda perwakilan dengan Dinas  Perikanan dan Lab mutu, sudah kita ambil sampel dari ikan basah, udang, ikan kering juga,” tuturnya.  

Salah satu parameter yang diuji adalah ada atau tidaknya kandungan formalin dalam ikan. Namun, ia belum bisa memastikan hasilnya karena masih dalam pengujian di laboratorium. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 15:02

Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, Usaha Warga Jadi Sepi

TANJUNG SELOR – Pemadaman listrik bergilir yang kembali berlanjut, dirasakan…

Jumat, 22 Maret 2019 14:30

Beredar tanpa Izin Edar, Tim Gabungan Sita Produk Pangan asal Malaysia

TARAKAN – Tim gabungan dari berbagai instansi mengamankan aneka pangan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:54

Berharap Dapat Kebijakan Khusus

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kaltara tidak memiliki kewenangan untuk…

Senin, 18 Maret 2019 14:44

Bentuk Tim Pengawas Elpiji

TANJUNG SELOR – Masih ditemukannya penjualan elpiji 3 kg di…

Minggu, 17 Maret 2019 15:03

Relaksasi DNI Belum Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Izin investasi untuk relaksasi Daftar Negatif Investasi…

Minggu, 17 Maret 2019 15:01

B20 Diyakini Kerek Harga TBS

TANJUNG SELOR – Program Biodisel 20 (B20) persen yang diberlakukan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:17

Kaltara Dapat Bantuan Rp 5 M dari Norwegia

TANJUNG SELOR – Pemerintah Norwegia melalui United Nations Development Programme…

Jumat, 15 Maret 2019 14:17

Eksplorasi 26 Sumur Migas Kaltara

Sebanyak 26 titik sumur migas dari 48 titik yang dikelola…

Kamis, 14 Maret 2019 14:41

Ekspor Kayu Lapis Tak Lagi Transit

TARAKAN – Ekspor kayu lapis atau plywood asal Tarakan nantinya…

Minggu, 10 Maret 2019 14:45

Transmigran Disebut Bantu Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap program transmigrasi, kerap disuarakan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*