MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 16 Agustus 2018 15:03
Waspada Bahan Kimia pada Makanan
PERBAIKI INDUSTRI RUMAH TANGGA: BPOM Kaltim menggelar pelatihan bahaya penggunaan bahan kimi pada makanan kepada pelaku industri rumah tangga di Kantor Disperindagkop Bulungan, Rabu (15/8).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan mengundang para pengusaha industri rumahan untuk mengetahui aturan penggunaan bahan kimia pada makanan.

Sebab, cukup banyak industri rumah tangga yang menggunakan bahan kimi dalam produk makanan olahan sebagai tambahan pangan.

Nuramila selaku bagian BPOM Kaltim mengatakan, menggunakan bahan kimia sebagai tambahan dalam produk industri rumah tangga ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan benar dan tepat dapat mendatangkan manfaat baik. Sebaliknya, pengunaan bahan tambahan pangan kimia yang tidak benar dapat berisiko bahaya bagi konsumen.

Ia menjelaskan, bahan kimia yang kerap digunakan seperti Formalin, Boraks dan Rodamin B. Namun, jika bahan tersebut dikonsumsi secara kontinu, dapat menyebabkan kanker oleh konsumen.

“Biasanya ketiga bahan ini yang sering digunakan pelaku usaha kuliner untuk membuat makanan tetap segar dan tidak mudah basi. Biasanya Formalin digunakan untuk makannan agar lebih tahan lama. Lalu Boraks digunakan untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal. Sedangkan Rodamin B sering digunakan untuk pewarna makanan agar terlihat lebih cerah. Tentunya hal ini sangat membahayakan bagi konsumen yang secara terus menerus mengonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia,” katanya kepada Bulungan Post, Rabu (15/8).

Nurmila pun mengingatkan kepada pengusaha kuliner dan pelaku industri rumah tangga agar menghindari penggunaan pada tiga jenis bahan kimia tersebut. Sebab, penggunaan bahan kimia yang berbahaya tidak hanya berdampak pada konsumen, juga industri olahan makanan.

“Sosialisasi ini dilakukan guna memberika pandangan agar industri rumah tangga tidak menggunakan bahan kimia dalam produknya karena bisa merugikan konsumen,” pungkas Nuramila. (*/kel/rio)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 14:45

Anggaran Kurang, Pembangunan Pelabuhan Sulit Dituntaskan

TANJUNG SELOR - Sejak pelabuhan Tengkayu I atau SDF Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 16:25

BPIH Turun Rp 266 Ribu

TANJUNG SELOR - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019…

Senin, 18 Maret 2019 14:37

Proses Jadi Sekolah Negeri

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara telah…

Minggu, 17 Maret 2019 15:05

Masih Terbentur Status Lahan

TANJUNG SELOR – Kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Tanjung…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:09

6 Tahun Gedung SD Dibiarkan Rusak

TANJUNG SELOR – Kondisi gedung SD 004 Jelarai Selor, sangat…

Jumat, 15 Maret 2019 14:39

Kembangkan Kreativitas di Kampus, Unikaltar Gelar Automotor Show

TANJUNG SELOR – Universitas Kaltara (Unikaltar) Automotor Show 2019 resmi…

Jumat, 15 Maret 2019 14:18

Segini Lamanya Masa Uji Coba untuk PNS Baru

Pertimbangan Teknis (Pertek), tentang penetapan Nomor Induk Kepawaian (NIP), sudah…

Kamis, 14 Maret 2019 14:46

Usulan Mobil Damkar Tak Kunjung Terealisasi

TANJUNG SELOR – Mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dimiliki Pemkab…

Kamis, 14 Maret 2019 14:30

Jaksa Kirim Memori Banding

TANJUNG SELOR – Perkara dugaan pelanggaran pemilu oleh calon DPD…

Kamis, 14 Maret 2019 14:26

Perpanjang Masa Laporan Pindah Memilih

Masa pengurusan bagi masyarakat yang akan pindah memilih melalui formulir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*