MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:49
Bangkitkan Semangat Nasionalime di Tengah Keterbatasan

Inspirasi dari Sekolah Tapal Batal Darul Furqan Sebatik

SEMANGAT NASIONALISME: Siswa sekolah tapal batas Darul Furqon bertugas di upacara Hari Kemerdekaan RI ke-73, Jumat (17/8).

PROKAL.CO, class="p1">Lima tahun sudah sekolah tapal batas Darul Furqon hadir di Sebatik Tengah. Keberadaannya mampu memberikan perubahan besar ke arah positif. Tidak hanya bidang pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, tapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme warga perbatasan. 

  

MUHAMMAD RAJAB, Sebatik Tengah

 

TERHARU dan bangga. Pujian itu layak disematkan untuk menghargai semangat yang ditunjukkan warga Tapal Batas di Jalan Sinta Kampung Quran RT 14 Dusun Berjoko Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

 

Di tengah kondisi yang belum menunjukkan sebagai warga Indonesia yang merdeka selama 73 tahun, karena keterbatasan. Para murid sekolah tapal batas tetap antusias memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8).  

 

Layaknya peringatan detik-detik proklamasi di perkotaan, upacara Hari Kemerdekaan di desa yang menjadi ujung perbatasan Indonesia dengan Malaysia itu berlangsung khidmat. Walau dilaksanakan dengan sederhana. 

 

Siswa sekolah tapal batas menjadi petugas upacaranya. Mulai dari pemimpin pasukan dan pimpinan, hingga pengibar bendera, dan pembaca Pancasila. 

Mereka bertugas dengan seragam putih-putih. Sementara peserta upacara adalah warga setempat dan tamu undangan yang hadir. 

Semangat nasionalisme yang ditunjukkan warga Dusun Berjoko ini tidak lepas karena keberadaan sekolah tapal batas yang didirikan Suraidah. 

 

Sejak berdiri pada 2014, sekolah ini mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk kembali mencintai Tanah Air setelah bertahun-tahun terkontaminasi budaya Malaysia karena bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

 

"Mereka (selama ini) hanya memahami saja negara Malaysia. Jadi lagu kebangsaan Malaysia, kemudian percakapannya pun juga percakapan Malaysia,” tutur Suraidah. 

 

Di sela mengajarkan anak-anak warga perbatasan tentang pendidikan umum, ternyata ia dan jajarannya juga memberikan pencerahan kepada orangtua mereka tentang nasionalisme. Seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya, bendera merah putih, dan indentitas Indonesia lainnya.

 

“Alhamdulillah, dengan adanya 17 Agustus ini mereka semangat dan memahami bahwa, oh seperti inilah negara Indonesia yang selalu kita ramaikan. Kita rayakan setiap tanggal 17 Agustus,” puji wanita yang yang juga seorang bidan kelahiran Sidrap, Sulawesi Selatan ini. 

 

Sekolah tapal batas Darul Furqon menjadi rujukan warga perbatasan Sebatik untuk menyekolahkan anak-anak ke sekolah di Indonesia. Menurut Suraidah, siswanya didominasi anak-anak TKI yang bekerja di Dusun Bergusung dan Bernyoko, Sebatik, Malaysia. 

 

Sekolah tapal batas Darul Furqon membuka jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat sekolah dasar (SD). 

 

Khusus MI Darul Furqon, jumlah siswanya saat ini mencapai 46 siswa. Sebelumnya juga telah menghasilkan alumni-alumninya yang telah melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Selain pendidikan formal, sekolah di bawah yayasan Ar-Rasyid ini juga membuka porgram buta aksara yang telah meluluskan 400 alumni.  

 

Peran sekolah tapal batas Darul Furqan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme warga perbatasan diakui Iskandar. Warga yang bermukim di dekat sekolah tersebut mengaku bersyukur karena mampu merasakan atmosfer kemerdekaan.

“Alhamdulillah, kita sangat-sangat bersyukur karena adanya sekolah ini sehingga kita ini warga-warga seperti ini, bisa ikut merasakan juga,” ujar pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini, usai upacara. 

 

Iskandar sebelumnya adalah TKI yang bekerja di Tawau, Malaysia. Ia kembali ke Indonesia dan menetap di Sebatik. 

 

Ia mengakui, sebelum ada sekolah tapal batas, wawasan nasionalismenya kurang.  Namun, Iskandar berharap kemerdekaan ini tidak hanya dimaknai dengan bebas dari penjajahan asing. Tapi juga bagaimana merasakan kehidupan yang sejahtera layaknya masyarakat yang merdeka. 

 

Keberadaan infrastruktur dasar seperti jalan yang bagus dan listrik untuk penerangan sehari-hari, menjadi dambaannya dalam rangka membantu aktifitasnya dan warga sekitar. 

 

“Sebenarnya yang paling diprioritaskan seperti jaringan listrik. Karena di sekolah ini kan ada olahan pisang. Sedangkan olahan pisang ini sangat membutuhkan jaringan listrik,” ujar Iskandar.

 

“Yang kedua seperti jalan. Ini jalannya kan sudah dua kali putus. Baru diperbaiki karena baru putus yang kedua kali. Jadi kebetulan masyarakat bhakti, dia pasangkan dulu kayu,” sambung Iskandar.

 

Selain itu, Iskandar juga berharap penambahan sarana dan prasarana sekolah tapal batas yang menjadi harapan satu-satunya warga perbatasan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. 

 

Bantuan ruang kelas belajar (RKB) untuk siswa kelas VI MI Darul Furqan serta asrama putra menjadi yang utama untuk dibangun. Sebelumnya sudah ada beberapa RKB bantuan Pemerintah Kabupaten Malinau serta perusahaan seperti Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan dan donatur lainnya yang terbangun di sekolah tersebut. (*/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 13:15

Polisi Tunggu BB Celana Dalam

TANJUNG SELOR – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan…

Senin, 25 Maret 2019 12:50

‘Cantik-Cantik’ Nyolong Motor

TARAKAN – Nur Aini (31), harus berurusan dengan polisi karena…

Senin, 25 Maret 2019 11:57

Gelar Sayembara, Undang Warga Ikut Coffee Morning

Media sosial menjadi salah satu sarana yang dipilih Pemkot Tarakan…

Senin, 25 Maret 2019 11:54

Peringatan Tak Mempan, Pengetap BBM Diancam Pidana 3 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Tiga unit mobil dengan tangki modifikasi, diamankan…

Minggu, 24 Maret 2019 14:59

Rumah Warga Dihantam Longsor

TARAKAN – Tanah longsor dan banjir masih menjadi persoalan serius…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:10

Besok Ditarget Normal

Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Tarakan dan Tanjung Selor,…

Sabtu, 23 Maret 2019 13:07

Pembangkit PT SAS Mati Total

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik bergilir untuk wilayah Tanjung Selor…

Jumat, 22 Maret 2019 14:20

Kerja Sama Indonesia – RRT, PLTA Kayan Masuk Prioritas

NUSA DUA – Kerja sama antara Indonesia dengan Republik Rakyat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:17

Kapolda: Almarhum adalah Pahlawan Bangsa

Lagu gugur bunga mengiringi keberangkatan jenazah almarhum Bharatu Anumerta Muhammad…

Jumat, 22 Maret 2019 14:13

Hantam Orang Menyeberang Jalan, Nyawa Mahasiswi Melayang

TANJUNG SELOR - Nasib nahas menimpa Reka (19), warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*