MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:52
Longsor di Jalan Lingkar Sebatik, Ancam Keselamatan Warga, Belum Ada Penanganan
ANCAM KESELAMATAN PENGENDARA: Salah satu titik longsor yang terjadi di jalan lingkar Sebatik, tepatnya di Bukit Menangis.

PROKAL.CO, class="p1">SEBATIK BARAT – Kondisi jalan lingkar Sebatik, tepatnya di Bukit Menangis RT 06 Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, mengancam keselamatan pengendara yang melintas di jalan tersebut. 

Meski berupa aspal, namun sepanjang jalan tersebut ditemukan sejumlah titik longsor yang kondisinya bervariasi. Mulai kategori rusak ringan hingga parah. Dari pantauan awak media Bulungan Post, ada yang bahkan longsor hingga menggerus satu ruas jalan.

Dengan kondisi tersebut, pengendara roda hanya bisa menggunakan satu jalur saja secara bergantian. Ditambah lagi tidak ada lampu penerangan untuk menerangi situasi pada malam hari, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas. 

Padahal, jalan tersebut sangat penting keberadaannya bagi masyarakat. Sebab menjadi akses utama menghubungkan Sebatik Barat dan Sebatik Tengah. 

Seperti diketahui, Sebatik Tengah sering dikunjungi masyarakat untuk melihat wilayah perbatasan patok tiga di Desa Aji Kuning serta sekolah tapal batas di Dusun Perjoko.

Kerusakan di sejumlah titik jalan lingkar Sebatik, menurut salah satu warga sekitar, Nasar Hardin, sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu dan belum ada penanganan serius yang dilakukan pemerintah setempat. 

Dikhawatirkan terjadi kecelakaan di jalur tersebut. Nasar Hardin mengaminkan terjadinya kekhawatiran itu. Pria yang berprofesi sebagai pengemudi ini mengungkapkan, sebuah truk menjadi korban dari kerusakan jalan tersebut. 

“Baru saja, baru dua bulan (atau) tiga bulan lalu,” ujar Nasar Hardin, Jumat (17/8). 

Menurutnya, pengendara yang sudah bisa melintasi jalan tersebut, mungkin bisa mengantisipasi karena sudah mengetahui medan. Namun, bagi pengemudi baru, dikhawatirkan bisa menjadi korban. 

Namun, kerusakan saat ini masih lebih baik dibandingkan sebelumnya. Nasar mengaku pernah terjadi longsor yang lebih parah lagi. Bahkan, pengemudi menyiapkan cangkul di mobil untuk mengantisipasi jika menemukan jalan yang menghambat laju kendaraan.

“Dulu kita bawa cangkul di bawa kursi. Kalau ada longsor kita cangkul baru lewat,” pungkasnya.  (mrs/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:58

Percikan Api Muncul saat Penyedotan Kondensat

Lead of HSE and Pasec Tarakan and Bengara Operation PT…

Selasa, 19 Maret 2019 13:56

Cium Pelanggaran SOP

TARAKAN – Insiden di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8…

Selasa, 19 Maret 2019 13:55

Listrik Padam, Satu Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan satu rumah milik Fatimah, sekira pukul…

Selasa, 19 Maret 2019 13:53

Akun FB Wawali Diretas, Dimanfaatkan Oknum untuk Meminta Sumbangan

TARAKAN – Baru menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan,…

Senin, 18 Maret 2019 14:01

Penampungan Meledak, 23.730 Pelanggan Jargas Terdampak

Ledakkan di penampungan utama gas Plant G-8 yang dikelola PT…

Senin, 18 Maret 2019 14:00

SPUG G-8 PT Medco E&P Meledak, Satu Pekerja Meregang Nyawa

TARAKAN – Dua orang menjadi korban ledakkan di Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 13:55

Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:07

Patuhi Aturan, Pemprov Tak Pernah Janjikan Legalisasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tak pernah menjanjikan akan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:06

Peraturan Menteri Dinilai Sengsarakan Nelayan

TARAKAN – Kemarin (15/3), mungkin menjadi klimaks dari kekecewaan nelayan…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:57

Usia Kehamilan Bikin Janggal

TANJUNG SELOR – Polisi akhirnya menetapkan Abdul Malik (46), oknum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*