MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 19 Agustus 2018 14:50
Mengaku Berawal dari Mimpi, Kini Jadi Kenyataan

Kisah Pembawa Baki pada Upacara Hari Kemerdekaan di Tarakan

HARU: Pembawa baki bendera pada Hari Kemerdekaan ke-73 di Tarakan, Nurriza Dwiyana berfoto dengan pembinanya, kemarin (18/8)

PROKAL.CO, class="p1">Dari menonton televisi, Nurriza Dwiyana saat kecil hanya bisa berkhayal dapat menjadi salah satu anggota pasukan pengibad bendera (paskibra). Kini mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan.

 

ADE JULIAN NUR ALIMSYAH, Tarakan

 

TATAPAN mata lurus ke depan. Badan tegak lurus dalam posisi siap. Itulah yang dilakukan oleh paskibra Tarakan saat menjalankan tugas berat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Langkah demi langkah, suara sepatu pantopel menuruni tangga. Tampak seorang perempuan berhijab sambil memegang baki turun dengan anggun untuk mengambil bendera dari panggung kehormatan untuk dikibarkan.

Dia adalah Nurriza Dwiyana. Seorang gadis berusia 16 tahun hasil dari perkawinan Arif Sutejo dengan Siti Muhalim yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

Sebelum menjadi salah satu dari anggota paskibra di tarakan, Nurriza kecil selalu menonton bahkan mencontoh dari siaran televisi para pasukan pengibaran bendera di Istana Negara setiap tanggal 17 Agustus.

Menurutnya anggota paskibra tersebut merupakan tugas yang memancarkan tingginya rasa nasionalisme seseorang. Dari situ awal mula ketertarikannya dunia pengibar bendera.

“Karena dari kecil sudah tertarik dengan ini. Jadi saya salurkan sambil belajar di ekskul paskibra yang ada di sekolah saya. Karena sebelumnya saya yakin dengan ini dapat membanggakan kedua orangtua,” katanya saat diwawancarai Bulungan Post, Sabtu (18/8).

Hingga tiba saat seleksi paskibra tingkat kota. Ia pun mencoba peruntungan tersebut. Awalnya ia sempat takut menjalani seleksi, namun karena dorongan teman dan guru-gurunya dan yang terpenting orangtua, Nurriza Dwiyana pun masuk dalam seleksi tersebut.

“Di SMAN 3 Tarakan ada 12 siswa yang mengikuti, hanya ada empat yang lolos salah satunya saya. Dua teman ditempatin di provinsi sementara saya dan teman satunya di Tarakan,” jelasnya.

Ketika sudah menjalani pelatihan karena sudah menjadi bagian paskibra, ia giat mengikuti latihan pengibaran bendera. Dengan giatnya tersebut, ia terpilih sebagai seorang pembawa baki. Tentunya rasa bangga yang mendalam tertanam di dalam dirinya.

Setelah berlatih terus-menerus, waktu yang ditunggu pun tiba. Ia sempat ingin berteriak sekencang-kencangnya karena hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba. 

Ketika pengambilan bendera di atas panggung, ia berjalan dengan tenang dan anggun. Rasa gugup tentu membarengi dirinya. Namun, karena berserah kepada Allah SWT dan membayangkan suksesnya mengambil baki tersebut, Nurriza tanpa salah sedikitpun berhasil menaiki dan mengambil bendera dari tangan Wali Kota Tarakan Sofian Raga hingga turun.

“Waktu itu, air mata saya sudah nyaris tumpah namun saya tahan sebisanya hingga selesai. Tetapi ketika upacara lancar tanpa salah sedikitpun di situ saya luapkan semuanya,” ungkapnya. 

Terlebih yang membuatnya terharu telah membuat bangga kedua orangtuanya, rekan-rekannya, dan juga tamu undangan yang hadir pada saat itu.

Gadis berusia 16 tahun tersebut, setelah lulus nanti bercita-cita menjadi seorang TNI Angkatan Laut (AL). Karena ingin mengikuti jejak sang kakek yang merupakan seorang purnawirawan Angkatan Darat (AD).

“Setelah ini saya fokus sekolah dahulu, nanti. Setelah itu saya bercita-cita menjadi seorang TNI AL karena dorongan keluarga. Ya intinya tidak boleh patah semangat karena menurut saya dari ribuan mimpi pasti salahsatunya dikabulkan,” pungkasnya. (*/rio)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:58

Percikan Api Muncul saat Penyedotan Kondensat

Lead of HSE and Pasec Tarakan and Bengara Operation PT…

Selasa, 19 Maret 2019 13:56

Cium Pelanggaran SOP

TARAKAN – Insiden di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8…

Selasa, 19 Maret 2019 13:55

Listrik Padam, Satu Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan satu rumah milik Fatimah, sekira pukul…

Selasa, 19 Maret 2019 13:53

Akun FB Wawali Diretas, Dimanfaatkan Oknum untuk Meminta Sumbangan

TARAKAN – Baru menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan,…

Senin, 18 Maret 2019 14:01

Penampungan Meledak, 23.730 Pelanggan Jargas Terdampak

Ledakkan di penampungan utama gas Plant G-8 yang dikelola PT…

Senin, 18 Maret 2019 14:00

SPUG G-8 PT Medco E&P Meledak, Satu Pekerja Meregang Nyawa

TARAKAN – Dua orang menjadi korban ledakkan di Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 13:55

Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:07

Patuhi Aturan, Pemprov Tak Pernah Janjikan Legalisasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tak pernah menjanjikan akan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:06

Peraturan Menteri Dinilai Sengsarakan Nelayan

TARAKAN – Kemarin (15/3), mungkin menjadi klimaks dari kekecewaan nelayan…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:57

Usia Kehamilan Bikin Janggal

TANJUNG SELOR – Polisi akhirnya menetapkan Abdul Malik (46), oknum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*