MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 10 September 2018 15:03
Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

PROKAL.CO, DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan untuk alokasi Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang, pada tahun depan.

Kepala Disperindagkop Kaltara Hartono mengungkapkan, saat ini tengah dilakukan evaluasi pada SOA di tahun-tahun sebelumnya. SOA terangnya, sudah berjalan lancar, khususnya di dua kabupaten, yakni Nunukan dan Malinau.

SOA tahun ini sebesar Rp 9 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara, yang digelontorkan kepada masyarakat perbatasan.

“Salah satu yang kami harapkan, ada anggaran APBN sebagai tambahan untuk SOA barang ke perbatasan. Karena SOA ini sangat membantu masyarakat perbatasan selama ini,” jelasnya, Ahad (9/9).

Dalam pembahasan saat rapat koordinasi bersama kabupaten dan kota pada Kamis (6/9) lalu, Disperindagkop dan UMKM Ka;tara meminta agar ada usulan lokasi yang bakal diberikan jatah SOA tahun depan. Pemprov pun ujarnya, terus berkomitmen memberikan alokasi SOA, termasuk tambahan jika ada asupan dari APBN.

“Kami meminta usulan untuk daerah baru, mana yang mau dijangkau. Hasil rapat dan pertemuan menentukan titik dan lokasi yang bakal disampaikan SOA,” urainya.

Barang prioritas yang mendapat bantuan SOA adalah sembako. Pemprov Kaltara tidak memperkenankan barang-barang lain, seperti bahan bangunan yang dapat dimanfaatkan kontraktor untuk mendapat subsidi. “Ini program untuk masyarakat sesuai kebutuhan pokoknya. Jangan sampai disalah artikan,” imbuhnya.

Lanjutnya, ada beberapa kontraktor yang meminta subsididi. Tapi pihaknya menegaskan tidak boleh. Untuk itu, pengawasan pun terus dilakukan khususnya di bandara-bandara.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Sei Menggaris, Tulin Onsoi dan daerah lain di perbatasan, program SOA sudah berjalan, meski belum 100 persen. Namun, telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir.

Dengan adanya subsidi, harga barang di Nunukan dan Malinau diharapkan sama dengan di Tarakan. Masyarakat pun tidak lagi terbebani dengan harga barang yang mahal.

“Dengan adanya SOA daya beli masyarakat perbatasan ke negara tetangga, Malaysia semakin berkurang,” harap Hartono. (uno/rio)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*