MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 12 September 2018 17:02
Pergi ke Sekolah Gunakan Perahu
TAK ADA JEMBATAN: Murid SMPN Satu Atap yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Tengah harus menyeberang untuk menuju ke sekolah.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Murid di SMPN Satu Atap, Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang bermukim di SP 3 dan 4, terpaksa harus menyeberangi sungai menggunakan perahu demi menuju ke sekolah. Lantaran tidak ada jembatan penyebarangan yang menghubungkan wilayah tersebut.

Kondisi tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sejak sekolah tersebut didirikan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dari para siswa di sekolah tersebut untuk menimba ilmu.

Hal itu diungkapkan Bayu, siswa kelas VIII, SMPN Satu Atap. Ia mengatakan, harus menyeberang menggunakan perahu setiap harinya sejak tahun lalu.

“Seja masuk SMP, saya memang menggunakan perahu untuk menyeberang. Bahkan saya sering telambat untuk masuk kelas karena harus menunggu perahu dan antre dengan teman-teman untuk menyeberang,” katanya kepada Bulungan Post, Senin (10/9).

Ia menceritakan, jika telambat guru tetap memberikan teguran kepadanya meskipun sudah dijelaskan alasannya. Bahkan tak jarang, teman-teman Bayu pun memilih pulang ke rumah dengan alasan sudah terlambat untuk masuk kelas.

“Kalau telambat sering dimarahin sama guru, meski sudah dijelaskan alasannya, harus menunggu perahu dan mengantre untuk menyeberang. Tidak jarang juga teman-teman memilih untuk pulang jika terlambat alasanya malu dan takut dimarahin. Walau kami sudah turunnya cukup pagi, kami akan tetap telambat karena harus menunggu perahu,” lanjutnya.

Bahkan tak jarang juga, sepulang dari sekolah harus berenang menyeberangi sungai, jika perahu tidak ada. “Kadang kami kalau pulang sekolah, harus berenang, jika perahu tidak ada. Selesai menyeberang kami ambil perahu untuk mengangkut sepeda dan teman-teman yang perempuan,” ujarnya. Perahu yang digunakan milik desa.

Bayu pun berharap pemerintah memberikan perhatian ke desanya untuk membangun jembatan penghubung. Sehingga ia dan teman-temannya tidak terlambat lagi pergi ke sekolah.

“Agar bisa membangun jembata agar kami bisa menempuh pendidikan dengan baik. Sama seperti sekolah yang ada di kota terutama jembatan penyeberangan dari SP 3 untuk menuju SMPN Satu Atap yang berada di SP 5,” pungkasnya. (*/kel/rio)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*