MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 17 September 2018 17:34
Security Perusahaan di Berau Alami Kecelakaan

Hanya Membantu Membawa ke Tarakan, Belum Berikan Bantuan

GANGGUAN SYARAF: Sriwijati menunjukan hasil rongent cedera otak yang dialami Jepri di RSUD Tarakan, kemarin (16/9).

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN - Nasib malang dialami seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Berau bernama Jepri Paulianto, 25 tahun. Jepri ditabrak oleh mobil perusahaan di tempatnya dia bekerja, 27 Agustus lalu. 

Saat ini, Jepri sedang menjaani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan karena didiagnosa mengalami gangguan pada syaraf otak.

Dari keterangan ibu Jepri, Sriwijati, sang putra yang baru bekerja 8 bulan sebagai security, tertabrak tepat di depan tempatnya bekerja.

“Saya kurang tahu pasti. Karena yang lebih tahu karyawan di sana. Tetapi dari keterangan manajer anak saya ditabrak depan perusahaan tempatnya bekerja oleh mobil di sana juga,” ungkapnya, Minggu (16/9).

Pada saat kejadian, Jepri sempat dibawa ke Puskesmas Gunung Tabur, Berau. Namun karena luka yang cukup parah, ia pun diminta dirujuk ke RSUD Tarakan pada hari itu juga. Dengan keadaan sangat kritis ia tiba di Tarakan pukul 23.00 Wita.

Sriwijati mengakui, si sopir yang menabrak mau selesaikan secara kekeluargaan. Namun hingga sekarang, belum datang berbicara dengan pihak keluarga dan hanya memberikan uang.

Perusahaan tempatnya bekerja juga hanya sekadar mengantarkan sang anak ke RSUD Tarakan. Belum ada bantuan keuangan yang diberikan perusahaan.

“Sejak pertama masuk rumah sakit hingga sekarang tidak ada sama sekali membantu. Katanya mau menanggung, tetapi hingga sekarang nampak pun tidak ada,” tegasnya.

Kesehatan Jepri kini berangsur membaik. Namun, akibat benturan yang keras pada bagian kepala membuat cedera pada otak cukup serius. Dari diagnosa dokter menjelaskan, jika Jepri sembuh, pun harus menjalani terapi. Sebab, gangguan syaraf itu mengganggu memori Jepri. 

Saat dikunjungi awak media ini, Jepri hanya terbaring lemah di tempat tidur sembari menahan sakit. Sesekali tangannya terlihat menggenggam kain selimutnya erart-erat. “Kata dokter walaupun sembuh memorinya akan kembali menjadi seorang anak-anak,” selanya.

Dengan kejadian tersebut, Sriwijati berharap kepada perusahaan agar menjamin kesehatan dan kepulihan putranya. Karena ketika mengalami kejadian naas tersebut Jepri dalam keadaan bekerja.

“Jaminlah anak saya kepulihannya. Karena dia ini anak saya satu-satunya bahkan tulang punggung kami. Kalau tidak bisa menggantikan salah satu keluarga kami bekerja di sana menggantikan dia,” pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*