MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 23 September 2018 15:09
Kasus Narkoba, Tertinggi di Bulungan
Ilustrasi

PROKAL.CO, PEREDARAN narkotika semakin marak terjadi. Terlebih lagi, masuknya narkotika dan jalur perlintasannya tersembunyi. Tercatat selama 2018 ini, ada sekitar 31 kasus narkotika di Bulungan. Sementara itu di tahun sebelumnya jumlah tindakan kriminal melibatkan narkotika mencapai 56 kasus pada triwulan kedua. Kasus narkotika menjadi urutan pertama tindak kejahatan dan kriminalitas di Bulungan.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengungkapkan, dari banyaknya penangkapan kasus narkotika di Bulungan memberi indikasi daerah yang kini menjadi ibu kota Kaltara itu termasuk menjadi sasaran para bandar untuk mengedarkan barang terlarang.

Terbukti, dengan adanya penangkapan yang dilakukan polisi bukan hanya di Tanjung Selor melainkan hingga kecamatan lain di pedalaman. “Untuk daerah kita ini, Kecamatan Tanjung Palas dan Tanjung Selor yang paling tinggi untuk kasus narkobanya. Walaupun sebenarnya, ada juga beberapa kasus di daerah-daerah pedalaman,”jelasnya.

Dengan tingginya jumlah kasus narkotika itu, pihaknya melakukan strategi menghilangkan pasar atau konsumen. Selain itu juga menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) untuk pencegahan serta rehabilitasi pecandu Narkoba. Baik itu yang tertangkap maupun yang datang dengan sendirinya dengan maksud ingin meninggalkan barang haram itu.

 “Kemudian ada juga program dari Polda mengenai rehabilitasi 1.000 pecandu narkoba. Nah itu merupakan upaya kami juga selama ini,” terangnya

Upaya pihak kepolisian dalam mengatasi permasalahan narkoba ini tidak akan berarti ketika tidak ada kerja sama dari masyarakat. Menurut Kapolres, masyarakat juga harus berperan dalam mengurangi peredaran narkoba di Kabupaten Bulungan.

“Kalau masyarakat ini tidak mau bekerjasama dengan kita, tentu akan banyak hambatan-hambatan untuk mengupas tuntas narkoba ini sampai ke akar-akarnya. Makanya saya bilang, masyarakat ini adalah salah sumber informasi kita. Mereka juga harus ada partisiasi dalam memberantas narkoba ini,” tutupnya. (*/fai/rio)