MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 26 September 2018 14:59
ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan Utara, tak bisa ditampikkan lagi. Bahkan, warga di perbatasan lebih banyak menggantungkan hidup dengan produk negeri jiran.

Ini karena akses warga di perbatasan yang lebih mudah ke wilayah negeri jiran. Meski, saat ini pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur dan membuat program yang dapat mempermudah akses masyarakat perbatasan. Dengan demikian, produk-produk dalam negeri pun bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Daerah perbatasan yang masih banyak beredar produk Malaysia, salah satunya di daerah yang kini diusulkan menjadi daerah otonomi baru. Yakni,  Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan, yang meliputi Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sembakung Atulai.

Di wilayah itu, hampir 80 persen kebutuhan masyarakat setempat berasal dari negeri jiran. Faktor tipologi wilayah dan aksesibilitas wilayah tersebut, tidak dipungkiri menjadi hal utama yang melatarbelakangi.

Koordinator penelitian dan pengembangan KBDP, Lumbis menjelaskan, persentase ketergantungan masyarakat dengan wilayah Sabah terletak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Baik produk pangan mentah, setengah jadi, bahan jadi hingga produk pangan olahan.

“Kondisi ini tidak dipungkiri berpengaruh pada ketahanan pangan masyarakat di sana,” ujarnya, Selasa (25/9).

Dia melihat hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Dia juga mengharapkan program pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran, termasuk wilayah perbatasan NKRI bisa cepat terealisasi sehingga berdampak maksimal kepada masyarakat.

“Karena saat ini sulit bagi masyarakat untuk mengakses berbagai macam kebutuhan dari negara sendiri. Ini yang disuarakan dalam setiap pertemuan, baik ketika Presiden berkunjung ke Tanjung Selor dan kesempatan yang lain,” ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya, rentang kendali pemerintahan juga menjadi ikut memengaruhi kondisi di perbatasan. Terutama, soal pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga pada titik akhirnya masih banyak masyarakat yang ditakutkan tidak mendapat haknya. Baik secara pelayanan administratif hingga bantuan sosial lainnya,” terangnya.

Soal pemekaran yang sedang diupayakan. Lumbis menyampaikan, sangat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat. Berkenaan kondisi wilayah yang menjadi beranda terdepan negara, menurutnya, sangat pantas untuk terus didampingi sebagai wujud penghargaan atas kuatnya nasionalisme yang dimiliki masyarakat perbatasan.

“Dengan harapan nanti pembangunan bisa lebih dipercepat sehingga infrastruktur memadai dan masyarakat lebih mudah ke wilayah RI daripada ke Malaysia,” ujarnya.

Berbicara analisa kekuatan ekonomi untuk menjadi daerah otonom, Lumbis menyatakan wilayah yang tergabung dalam calon DOB Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan memiliki kemampuan untuk memfasilitasi kegiatan pemerintahan. Salah satunya bersumber dari sumber daya alam.

“Semoga ada kebijakan dari pemerintah pusat yang bersifat top down untuk pemekaran ini,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*