MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 16:23
Pasien Ruang Teratai Membeludak, Kaltara Butuh RS Jiwa
Hasbi Hasyim

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Pasien gangguan jiwa yang dirawat di Ruang Teratai RSUD Tarakan terus bertambah. Bahkan, saat ini jumlahnya sudah menyesaki Ruang Teratai yang sejak lama digunakan untuk menampung pasien gangguan jiwa.

“Ada 100-an. Yang celakanya daya tampung kami sebetulnya cuma 20 bed,” ujar Direktur RSUD Tarakan Hasbi Hasyim, Senin (8/10). 

Menurut pria yang juga dokter spesialis bedah ini, kondisi ini dipicu enggannya keluarga pasien gangguan jiwa untuk mengambil kembali, meskipun keluarganya sudah divonis sembuh. Selain karena faktor sosial di masyarakat, ada juga yang beralasan tidak mampu mengurusnya. 

Terhadap pasien seperti itu, pihak RSUD Tarakan memberdayakan tenaga mereka untuk ikut membantu merawat pasien lain. Sedangkan yang belum sembuh, tetap dirawat seperti biasa. 

Untuk pembiayaan perawatan, Hasbi menyebutkan, sepenuhnya ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sehingga, membantu biaya operasional RSUD Tarakan dalam merawat pasien gangguan kejiwaan.  

Menurut Hasbi, dengan membeludaknya pasien gangguan jiwa, mestinya perlu dibangun rumah sakit khusus di Kaltara. Ini untuk mengantisipasi jika ada pasien gangguan kejiwaan yang sudah kronis. Karena harus ditangani secara spesifik pula. Sedangkan RSUD Tarakan hanya rumah sakit umum.

Tapi, kini pihaknya memanfaatkan ruangan lain untuk menambah ruang pasien gangguan jiwa. Namun, tata pengelolaannya dilakukan lebih baik dengan memisahkan pasien gangguan jiwa yang laki-laki dan perempuan. 

Sementara itu, guna mendukung pelayanan terhadap pasien gangguan kejiwaan, RSUD Tarakan saat ini tidak memiliki dokter tetap pascapensiunnya dokter Timbang. Alasanya, karena sulit mendapatkan dokter spesialis kejiwaan. 

“Kan produksi spesialis jiwa itu setahun di Indonesia sangat kecil lulusannya, karena peminatnya juga kurang,” tuturnya.  

Untuk mengantisipasi kekurangan dokter, pihaknya terpaksa memberdayakan lagi tenaga dokter Timbang sebagai pegawai Badan Layanan Umum (BLU).

Sebenarnya, lanjut Hasbi, pihaknya sedang menyekolahkan satu dokter untuk spesialis kejiwaan. Namun, kemungkinan baru tahun depan selesai. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:00

19 PSK Tinggalkan Lokalisasi

TARAKAN – Jumlah pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Bengawan…

Sabtu, 19 Januari 2019 12:58

Ratusan Warga Binaan Terancam Kehilangan Hak Pilih

TARAKAN — Ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II…

Jumat, 18 Januari 2019 13:49

Disdik Yakin Tak Ada Kendala

TARAKAN – Jadwal pelaksanaan ujian siswa SD dan SMP tahun…

Jumat, 18 Januari 2019 13:37

Kepsek Dituntut Punya Inovasi

TARAKAN – Sebanyak 17 kepala SD dan SMP di Tarakan…

Jumat, 18 Januari 2019 13:24

Buka Penerimaan P3K, Atasi Kekurangan Guru

TARAKAN – Pemerintah pusat telah secara resmi menyatakan bahwa pada…

Kamis, 17 Januari 2019 13:30

Wali Kota Tarakan Target Februari

TARAKAN – Peraturan wali kota Tarakan terkait pengurangan penggunaan kantong…

Rabu, 16 Januari 2019 10:44

Tiga Calon DPD Lolos dari Sanksi

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan memutuskan untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 10:37

Parpol Ditagih LPj Bankeu

TARAKAN – Waktu bagi partai politik (Parpol) penerima bantuan keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:24

5 Tahun Gagal Persembahkan Adipura, Sofian Tak Merasa Kecewa

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan di bawah kepempimpinan Sofian Raga…

Selasa, 15 Januari 2019 12:57

Waspada, Pelaku Pencurian Berkeliaran

TARAKAN – Polres Tarakan berhasil mengungkap 5 kasus pencurian yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*