MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 11 Oktober 2018 16:05
Derajat Kesehatan Masyarakat Harus Ditingkatkan
GERMAS: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meninjau stand Germas, Selasa (9/10).

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Derajat kesehatan masyarakat di Kaltara harus dapat terus meningkat. Peningkatan itu diwujudkan dalam berbagai indikator yang menjadi alat ukur derajat kesehatan. 

 

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka pertemuan sinergitas program pusat dan daerah tentang penggunaan DAK non fisik atau bantuan operasional kesehatan (BOK) pelaksanaan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kayan Multifunction Hall Hotel Tarakan Plaza, Selasa (9/10). 

 

Kegiatan ini hasil kerja sama Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

 

Gubernur berharap lewat kegiatan ini, sinkronisasi, koordinasi dan evaluasi atas penggunaan DAK non fisik atau BOK tahun ini dapat dilakukan dengan cermat dan tepat. “Output-nya adalah tersusunnya dokumen evaluasi dan tindak lanjut dari pertemuan ini. Saya berharap dalam 3 hari ke depan dokumen itu sudah dapat disusun. Saya perintahkan Kepala Diskes Kaltara (Usman) dan jajarannya untuk merealisasikannya, dan menyerahkan laporan tertulis beserta dokumen dimaksud kepada Gubernur,” tutur Irianto.

 

Yang lebih penting, lewat realisasi DAK non fisik itu, maka derajat kesehatan masyarakat Kaltara dapat semakin meningkat. “Kesehatan adalah hal penting, dan indikator keberhasilan utama pembangunan. Ini sesuai Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan wakilnya, HM Jusuf Kalla. Utamanya, Nawacita ke-5 yakni meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dimana untuk mewujudkannya, harus dilakukan upaya peningkatan pada bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Ini juga menjadi standar PBB untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu negara atau bangsa,” jelas Gubernur.

 

Dari itu, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah kewajiban seluruh jajaran elemen pemerintahan. “Derajat kesehatan dengan tiap indikatornya, datanya harus diketahui di setiap daerah. Seperti, jumlah tempat tidur di RS dibanding masyarakat, jumlah dokter dibandingkan dengan jumlah potensi pasien, dan lainnya. Yang terjadi saat ini, data yang disajikan tak valid sehingga saat dianggarkan kegiatannya malah menjadi masalah,” kata Irianto.

 

Belajar dari hal itu, Gubernur mengharapkan bantuan dana untuk kesehatan, seperti DAK non fisik atau BOK dapat dimaksimalkan. Namun yang terjadi, berdasarkan data Diskes Kaltara realisasi DAK non fisik atau BOK tahun 2018 di Kaltara masih minim. 

 

Dari evaluasinya, BOK untuk Kaltara sekitar Rp 38,4 miliar untuk tahun ini. Sementara realisasi per kabupaten dan kota, untuk Kabupaten Bulungan hingga Oktober 2018, baru terealisasi 12,7 persen dari pagu Rp 8,4 miliar. Lalu, Malinau realisasinya 19,3 persen dari pagu Rp 11,05 miliar; Nunukan realisasi 20,6 persen dari pagu Rp 10,8 miliar; Tarakan realisasi 17,8 persen dari pagu Rp 4,8 miliar; dan Tana Tidung realisasi 11,7 persen dari pagu Rp 3,18 miliar. 

 

“Jadi, rata-rata untuk Kaltara realisasinya 17 persen atau baru termanfaatkan sebesar Rp 6,68 miliar. Saya ingatkan, evaluasi ini adalah indikator kinerja aparatur yang berkaitan di bidang kesehatan, dan yang bertanggungjawab atas semua ini adalah kepala dinasnya masing-masing, lebih tinggi lagi adalah kepala daerahnya. Seharusnya realisasi itu, hingga Oktober ini sudah mencapai 50 persen. Mari kita introspeksi, dan malu juga kepada Allah SWT atas kinerja yang kurang baik ini,” ujarnya. (humas)

 

DAK Non Fisik (BOK) Tahun Anggaran 2018 

 

1. Bulungan

- Pagu : Rp 8.442.258.000

- Realisasi: Rp 1.075.625.680 (12,7 persen)

 

2. Malinau

- Pagu: Rp 11.055.634.000

- Realisasi: 2.135.948.488 (19,3 persen)

 

3. Nunukan 

- Pagu: Rp 10.862.190.000

- Realisasi: Rp 2.237.947.050 (20,6 persen)

 

4. Tarakan

- Pagu: Rp 4.843.586.000

- Realisasi: Rp 863.065.938 (17,8 persen)

 

5. KTT

- Pagu: Rp 3.182.735.000

- Realisasi: Rp 371.688.000 (11,7 persen)

 

KALTARA

- Pagu: Rp 38.386.403.000

- Realisasi: Rp 6.684.275.156 (17 persen)

 

Sumber : Diskes Kaltara


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 13:55

Perikanan dan Pertanian Diharapkan Tumbuh Positif

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat…

Jumat, 18 Januari 2019 13:54

Gubernur Ajak Pelajar Perangi Narkoba

TANJUNG SELOR – Peredaran narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 13:53

Warga Miskin Dikucur KUBE Rp 2,3 M

TANJUNG SELOR – Program bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di…

Jumat, 18 Januari 2019 13:51

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS

TANJUNG SELOR – Di awal 2019, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial…

Jumat, 18 Januari 2019 13:50

107 Guru dan Pengawas Ikuti Penilaian

TANJUNG SELOR – Guru memiliki hak kenaikan pangkat yang telah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:47

Tinjau Tiga Proyek APBN

SELAIN meninjau jalan yang rusak akibat longsor, Gubernur Kaltara Dr…

Kamis, 17 Januari 2019 13:46

Kucurkan Rp 12 M untuk Jalan Longsor

TANJUNG SELOR – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar untuk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:45

Ketua Dekranas Bakal Kunjungi Kaltara

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Mufidah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:44

KIA Upaya Pemerintah Penuhi Hak Anak

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Rabu, 16 Januari 2019 11:07

Gubernur Resmikan RKB SMAN 1 Sebatik

SEBATIK – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meresmikan ruang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*