MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 05 November 2018 12:18
Hanya Monitoring 300 Perusahaan
Asnawi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Utara, diakui Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Utara, Asnawi masih belum seluruhnya.

Dari 2.060 perusahaan yang ada di Bumi Benuanta –sebutan Kaltara, pihaknya hanya dapat memonitoring di 300 perusahaan pada tahun ini. "Jumlah tersebut secara umum memang dikategorikan belum ideal. Karena jumlah sumber daya manusia (SDM) masih terbatas," ujarnya saat ditemui media ini, pekan lalu.

Disebutkan, satu pengawas memiliki tugas memonitoring ke lima perusahaan dalam satu bulan. Sehingga, dalam satu tahun minimal satu pengawas telah mendatangi 60 perusahaan. Apabila diakumulasikan jumlah keseluruhan pengawas sebanyak lima orang, maka hanya 300 perusahaan dalam satu tahun. 

“Dari sekian banyak perusahaan, sebenarnya kami ingin lakukan pembinaan seluruhnya. Namun, karena rencana kerja setiap pengawas itu minimal lima perusahaan dalam satu bulan, maka otomatis tidak bisa terjangkau semuanya,” jelasnya.

Sebagai jalan tengah dari persoalan ini, pihaknya melakukan pengawasan dalam bentuk monitoring laporan perusahaan. Dimana perusahaan yang tidak bisa didatangi tahun ini atau dengan kriteria tidak berpotensi melakukan pelanggaran, maka referensi ketaatan ditinjau berdasarkan laporan pembayaran gaji, item hak lain yang harus diberikan dan sebagainya.

“Cara ini menjadi salah satu yang memungkinkan untuk bisa diterapkan. Mengingat setiap perusahaan wajib melaporkan perkembangan perusahaannya juga setiap tahun,” ujarnya.

Terkait faktor yang lebih diprioritaskan tahun ini, dia mengatakan, lebih pada grafik serapan tenaga kerja, implementasi norma kerja dan standarisasi peralatan yang tersedia. Ketiga faktor tersebut diprioritaskan karena berhubungan langsung dengan dunia ketenagakerjaan di skala mikro dan makronya.

“Kalau dianalisa ternyata ada pengurangan tenaga kerja. Ini yang harus ditindaklanjuti bagaimana skema tersebut bisa terjadi. Karena hal tersebut nantinya juga memengaruhi tingkat pengangguran. Kemudian norma kerja dan peralatan lebih untuk memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pekerja yang ada,” ungkapnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 12:55

Jupiter dan Mio Adu Banteng

TARAKAN – Suara benturan yang sangat keras, mengagetkan warga di…

Sabtu, 19 Januari 2019 12:54

Oknum Satpol PP Garap Siswi SMA

TANJUNG SELOR – Salah seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja…

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…