MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 07 November 2018 15:47
Pembudidaya Rumput Laut Banyak Melanggar Aturan
POTENSI: Pemprov Kaltara telah menerbitkan perda yang mengatur zonasi budidaya rumput laut.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Potensi rumput laut yang begitu besar di Kalimantan Utara, telah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Utamanya di wilayah pesisir. 

Namun sayang, sebagian pembudidaya masih belum memahami aturan zonasi, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Untuk itulah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara berupaya melakukan penertiban.

Kepala DKP Kaltara Amir Bakry mengungkapkan, besarnya nilai ekonomis rumput laut memantik minat masyarakat untuk membudidayakan. Persoalannya, warga yang menjadi pembudidaya kerap mengesampingkan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Informasi yang diterimanya, produksi rumput laut di Kaltara cukup besar. Rata-rata bisa mencapai 600 ton kering per bulan. Dengan omzet perputaran uang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. “Pemerintah pada dasarnya mendukung masyarakat yang ingin membudidayakan rumput laut. Hanya saja, perlu diketahui bahwa ada aturan-aturan yang harus ditaati. Sementara, yang terjadi di lapangan selama ini banyak masyarakat yang melanggarnya. Salah satu contohnya, banyak lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi. Ini ada di perairan Tarakan dan Nunukan,” kata Amir, Selasa (6/11). 

Keberadaan lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi, kata Amir, sangat membahayakan. Tak hanya itu, keberadaan budidaya rumput laut ini, juga mengganggu aktivitas para nelayan. 

Milliaran rupiah uang berputar berkat budidaya rumput laut, menurutnya,  tentu baik untuk perekonomian di Kaltara. Dengan catatan, tidak melanggar peraturan. Namun jika aturan di langgar, sisi lain akan merugikan masyarakat juga. 

Untuk mengatur zonasi tersebut, Amir mengatakan, Pemprov Kaltara telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara (RZWP3K). Termasuk di dalamnya mengatur zonasi atau batasan areal pembudidayaan rumput laut. 

“Banyak keluhan oleh pengguna alur transportasi laut yang disampaikan ke kita. Benar saja, tidak hanya terganggu, akibat jalur transportasi laut yang selama ini digunakan, telah banyak dipakai oleh pembudidaya rumput laut bisa membahayakan orang,” katanya.

“Hal ini tentu melanggar, namun karena Pperda yang mengatur hal tersebut baru saja terbit, untuk saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi,” lanjut Amir. 

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan memasangan rambu berupa pelampung pembatas dengan berkoordinasi dengan, Navigasi, Syahbandar, dan beberapa instansi yang berkaitan dengaan pemanfaatan ruang laut sebagai acuan bagi para pengguna ruang laut. 

“Rencananya akhir bulan ini kami akan kami pasang pelampungnya, alatnya telah kami pesan dan sedang dalam perjalan menuju Kaltara,” ungkapnya.

Sebagai solusi, saat ini DKP Kaltara sedang mencoba membuat demplot untuk keramba jaring apung, khusus pembudidayaan rumput laut yang sedang diujicobakan di wilayah Nunukan, Tarakan dan Bulungan. Dengan luasan 2 x 4 meter. Dimana 1 bagan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 300 kilo kering sekali panen. 

“Dengan demplot akan aman, karena tidak ada lagi rumput laut yang hanyut. Program ini salah satunya akan kita coba di Mangkupadi, Bulungan. Ini karena di daerah tersebut memiliki garis pantai yang panjang dan belum termanfaatkan,” katanya.

Amir menambahkan, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada pembudidaya rumput laut yang melewati batas hingga musim panen mendatang. Jika tahapan sosilisasi sudah berakhir, melalui instansi terkait akan memberikan peringatan untuk mencabut dan akan memberikan disanksi sesuai aturan yang berlaku bagi pembudidaya. Namun, jika tetap tidak mengindahkan, akan ada sanksi sesusai ketentuan tersebut. (humas)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:01

Surati Menhub, Konfirmasi soal Dukungan Dana Rp 1 Triliun

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie tak tinggal diam…

Jumat, 18 Januari 2019 13:55

Perikanan dan Pertanian Diharapkan Tumbuh Positif

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat…

Jumat, 18 Januari 2019 13:54

Gubernur Ajak Pelajar Perangi Narkoba

TANJUNG SELOR – Peredaran narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 13:53

Warga Miskin Dikucur KUBE Rp 2,3 M

TANJUNG SELOR – Program bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di…

Jumat, 18 Januari 2019 13:51

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS

TANJUNG SELOR – Di awal 2019, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial…

Jumat, 18 Januari 2019 13:50

107 Guru dan Pengawas Ikuti Penilaian

TANJUNG SELOR – Guru memiliki hak kenaikan pangkat yang telah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:47

Tinjau Tiga Proyek APBN

SELAIN meninjau jalan yang rusak akibat longsor, Gubernur Kaltara Dr…

Kamis, 17 Januari 2019 13:46

Kucurkan Rp 12 M untuk Jalan Longsor

TANJUNG SELOR – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar untuk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:45

Ketua Dekranas Bakal Kunjungi Kaltara

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Mufidah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:44

KIA Upaya Pemerintah Penuhi Hak Anak

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*