MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 07 November 2018 16:03
Pemprov Dorong Masyarakat Adat Ciptakan Swasembada Pangan
Irianto Lambrie

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, Pemprov Kaltara, terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong agar masyarakat adat di wilayah ini bisa menciptakan swasembada pangan. Utamanya dalam memanfaatan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. 

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam pada masyarakat adat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan, terbukti mampu mendukung upaya pelestarian yang ada. Dimana seluruh kebiasaan dan norma yang berkembang pada masyarakat tersebut, bersifat menyelaraskan pemenuhan kebutuhan hidup dan kelestarian alam dalam jangka waktu panjang. 

 Berdasarkan laporan karakteristik DAS Kayan yang diteliti Universitas Gajah Mada (UGM), dibeberkan Gubernur, nilai lokal menjadi acuan pemanfaatan seluruh sumber daya yang tersedia pada DAS Kayan. Dari sisi teknis, hal tersebut membentuk budaya masyarakat untuk tidak mengeksploitasi secara berlebihan dan menggunakan alat bantu yang tidak ramah lingkungan. ? 

“Cara-cara seperti ini yang harus mendapat dukungan penuh agar ekologi DAS Kayan bisa terus terjaga di tengah perannya mendukung pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

Nilai kearifan lokal, dinilai Irianto berfungsi sebagai sarana konservasi DAS Kayan dari berbagai macam faktor yang dapat menurunkan kualitas air, serta habitat di sekitarnya. Kemampuan masyarakat ini, salah satunya juga bisa dapat dilihat dari berbagai varietas jenis tanaman yang dibudidayakan di sekitar aliran sungai.  

“Salah satunya adalah varietas jenis padi yang terpelihara dan tidak memiliki efek negatif dalam kegiatan produksinya dari penanaman hingga proses panen,” lanjut Gubernur.  

Sesuai laporan yang diterima, Gubernur mengungkapkan bahwa banyak hal menarik yang didapati di ruang lingkup masyarakat adat. Secara umum, masyarakat adat memiliki sistem ekonomi yang bersifat berkelanjutan dan mampu mewujudkan swasembada pangan untuk kelompoknya. 

Di sisi lain, berdasarkan wawancara yang dilakukan pada masyarakat setempat di Desa Long Lejuh, tercatat banyak fenomena menarik yang menggambarkan eratnya hubungan antara masyarakat dengan lingkungan. Seperti masih ada spesies harimau yang cenderung bersahabat dengan masyarakat.  

“Bersahabat di sini dimaksudkan adalah masyarakat setempat sudah terbiasa dalam menangani hewan ini. Kebiasaan hidup berdampingan yang saling menjaga, dikatakan masyarakat telah membentuk hubungan emosional sebagai sesama makhluk yang berada di sekitar DAS Kayan,” ujarnya. 

Kemudian, yang juga menjadi ciri khas adalah habitat buaya yang dikatakan masyarakat masih kerap terlihat di tepi sungai DAS Kayan. Menurutnya, keberadaan buaya sangat dihargai dan ada norma untuk tidak melukai sampai membunuh ketika buaya tersebut tidak membahayakan. 

“Nilai-nilai kearifan lokal seperti ini muncul dari adanya bentuk adaptasi masyarakat yang sudah dilakukan dalam kurun waktu yang lama. Namun, memang saat transportasi sungai semakin bertambah saat ini, kemunculannya juga semakin jarang terlihat,” ujarnya.

 Rekomendasi dari hasil kajian tersebut, kata Gubernur, akan ditindaklanjuti oleh Pemprov  Kaltara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang. Di antaranya, nilai-nilai tersebut perlu mendapat dukungan agar tidak penuh di tengah transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain nilai kearifan lokal, masyarakat adat juga meninggalkan beberapa bentuk fisik yang sama-sama membutuhkan perhatian dari pemerintah dan unsur masyarakat lainnya.

 “Pada hakikatnya, fungsi sungai Kayan sebagai sumber penghidupan baik di masa sekarang maupun untuk masa datang. Sehingga seluruh pihak memang harus turut serta menjaga kelestariannya,” ujarnya. (humas)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:01

Surati Menhub, Konfirmasi soal Dukungan Dana Rp 1 Triliun

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie tak tinggal diam…

Jumat, 18 Januari 2019 13:55

Perikanan dan Pertanian Diharapkan Tumbuh Positif

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat…

Jumat, 18 Januari 2019 13:54

Gubernur Ajak Pelajar Perangi Narkoba

TANJUNG SELOR – Peredaran narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 13:53

Warga Miskin Dikucur KUBE Rp 2,3 M

TANJUNG SELOR – Program bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di…

Jumat, 18 Januari 2019 13:51

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS

TANJUNG SELOR – Di awal 2019, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial…

Jumat, 18 Januari 2019 13:50

107 Guru dan Pengawas Ikuti Penilaian

TANJUNG SELOR – Guru memiliki hak kenaikan pangkat yang telah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:47

Tinjau Tiga Proyek APBN

SELAIN meninjau jalan yang rusak akibat longsor, Gubernur Kaltara Dr…

Kamis, 17 Januari 2019 13:46

Kucurkan Rp 12 M untuk Jalan Longsor

TANJUNG SELOR – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar untuk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:45

Ketua Dekranas Bakal Kunjungi Kaltara

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Mufidah…

Kamis, 17 Januari 2019 13:44

KIA Upaya Pemerintah Penuhi Hak Anak

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*