MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 05 Desember 2018 09:27
Paman Garap Keponakan, Korban Ngaku Sudah 7 Kali
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bulungan. Seorang siswi SMP, Cantik (bukan nama sebenarnya), menjadi korban nafsu bejat pamannya yang berinisial R (40).

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui pejabat sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim), Aiptu Lince Karlinawati, mengungkapkan kejadian tersebut terjadi pada Oktober 2018. Di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Kasus ini terungkap setelah korban memberanikan diri untuk melapor ke polisi, belum lama ini. Polisi kemudian langsung mengamankan pelaku yang tak lain adalah paman korban,” ujar Lince, Selasa (4/12).

Dari keterangan yang diperoleh pihaknya dari korban, pelaku sudah 7 kali menggaulinya. Namun, pelaku mengaku baru dua kali. “Kejadian itu bermula ketika pelaku memaksa untuk memenuhi nafsunya saat di rumah hanya tinggal mereka berdua. Korban saat itu berada dalam tekanan sehingga tidak bisa berbuat apa-apa, meski berusaha untuk menolak keinginan nafsu bejat pamannya itu,” ungkap Lince.

Saat itu pun, lanjut Lince, korban sempat menyilangkan kakinya untuk menghalangi hasrat sang paman. “Ketika itu korban akan mandi pagi untuk persiapan ke sekolah. Sedangkan istri pelaku sedang keluar rumah untuk berbelanja,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku diganjar Undang-Undang Perlindungan Anak. Namun, kata Lince, pelaku sempat meminta agar perbuatan bejatnya diselesaikan secara kekeluargaan. Karena sebelumnya, anak pelaku yang kini sudah duduk di bangku SMA pun pernah menjadi korban pencabulan oleh seseorang. Tapi tidak berlanjut ke ranah hukum.

“Keinginan itu tidak dipenuhi. Kami tidak bisa mengikuti permintaan tersebut.   Pelaku telah melakukan tindak pidana terhadap anak di bawah umur,” tegas Lince.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 sub Pasal 82 UU 35/2014 yang merupakan perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*/isa/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:58

Percikan Api Muncul saat Penyedotan Kondensat

Lead of HSE and Pasec Tarakan and Bengara Operation PT…

Selasa, 19 Maret 2019 13:56

Cium Pelanggaran SOP

TARAKAN – Insiden di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8…

Selasa, 19 Maret 2019 13:55

Listrik Padam, Satu Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan satu rumah milik Fatimah, sekira pukul…

Selasa, 19 Maret 2019 13:53

Akun FB Wawali Diretas, Dimanfaatkan Oknum untuk Meminta Sumbangan

TARAKAN – Baru menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan,…

Senin, 18 Maret 2019 14:01

Penampungan Meledak, 23.730 Pelanggan Jargas Terdampak

Ledakkan di penampungan utama gas Plant G-8 yang dikelola PT…

Senin, 18 Maret 2019 14:00

SPUG G-8 PT Medco E&P Meledak, Satu Pekerja Meregang Nyawa

TARAKAN – Dua orang menjadi korban ledakkan di Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 13:55

Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:07

Patuhi Aturan, Pemprov Tak Pernah Janjikan Legalisasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tak pernah menjanjikan akan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:06

Peraturan Menteri Dinilai Sengsarakan Nelayan

TARAKAN – Kemarin (15/3), mungkin menjadi klimaks dari kekecewaan nelayan…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:57

Usia Kehamilan Bikin Janggal

TANJUNG SELOR – Polisi akhirnya menetapkan Abdul Malik (46), oknum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*