MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 05 Desember 2018 09:29
Karena Ini, 13 Produk Kosmetik Disita

BPOM Akan Telusuri Pemasok

ILEGAL: Sejumlah produk kosmetik tanpa izin disita Badan POM di Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Tarakan menemukan beredarnya produk tanpa izin edar, serta tidak memenuhi ketentuan.

Belasan produk ilegal itu ditemukan dalam kegiatan penertiban kosmetika ilegal atau mengandung bahan berbahaya di sejumlah distributor kosmetik di Bumi Paguntaka.

“Jadi, kami turun dua kali. Yang pertama tanggal 29 November 2018 pada hari Kamis, kami melaksanakan pengawasan penertiban di delapan distributor kosmetik. Yang kedua pada hari ini (kemarin), di lima toko atau lima sarana yang menjual kosmetik,” ujar Kepala Kantor BPOM di Tarakan, Mustofa Anwari, Selasa (4/12).

“Dari hasil penertiban pasar tersebut, kami dapatkan beberapa kosmetik yang tidak mempunyai izin edar atau TIE (tanpa izin edar). Seharusnya, itu produk-produk yang beredar atau diperjualbelikan di Indonesia harus sudah teregistrasi dari Badan POM,” sambungnya.

Digelarnya kegiatan itu, menurut Mustofa, dalam rangka untuk menjamin bahwa produk yang dikonsumsi atau digunakan masyarakat mempunyai legalitas dan dijamin keamanan, mutu dan khasiatnya.

Dari hasil penertiban, ada 13 produk yang disita dengan nilai mencapai Rp 37.813.500. Jumlahnya mencapai 159 item, dengan jumlah barangnya mencapai 1.264 pcs. Sebagian besar produk yang disita berasal dari luar negeri. Di antaranya dari Malaysia dan Taiwan.

Namun, ada juga produk dari Indonesia yang memang dilarang untuk beredar. Karena itu, pihaknya menyita produk tersebut. Menurut Mustofa, pascapenertiban, pihaknya menahan seluruh produk yang disita dan menegaskan tidak boleh diperjualbelikan. Sebagai upaya pencegahan, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada distrbitor maupun pemilik toko. 

Selain melakukan pembinaan, pihaknya akan intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lain dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat atau konsumen. Pihaknya juga akan menelusuri darimana pelaku usaha tersebut mendapatkan kosmetik.

“Akan kami telusuri sampai ke atasnya lagi. Yang mendrop (kosmetik, Red) ini siapa? Istilahnya otak intelektualnya lah yang mendistribusikan di sini (Tarakan),” tuturnya.

Mustofa menegaskan, aktor intelektualnya bisa dijerat pidana sesuai Undang-Undang 36/2009 tentang Kesehatan. Pada Pasal 197 disebutkan setiap orang yang dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan produk ataupun sediaan farmasi termasuk kosmetik, dan atau alat kesehatan dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara, ataupun denda Rp 1,5 miliar.  

Mustofa menjelaskan, izin edar sangat penting dalam kemasan suatu produk. Tanpa izin edar, pihaknya tidak menjamin kesehatannya. Misal, untuk jenis kosmetik pemutih, ada zat berbahaya yang harus dihindari, yakni mercury (HG).

“Imbauan kami kalau beli cek dulu kemasan, ada nomor izin edarnya enggak dari Badan POM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (Disdagkop dan UMKM) Tarakan Tajuddin Tuwo, tidak mau menanggapi dengan beredarnya produk kosmetik tanpa izin edar, karena kewenangan sudah beralih ke provinsi.

Namun, ia menegaskan mendukung upaya yang dilakukan pihak terkait dalam rangka menjamin keamanan kepada masyarakat. Pihaknya bahkan sudah melakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Ya, harus didukung. Bahkan, dulu sebelum BPOM eksis melaksanakan, sering juga kami melaksanakan. Selalu kami melaksanakan pemantauan tentang barang-barang beredar di Tarakan,” ungkapnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…

Jumat, 15 Maret 2019 14:38

Kecelakaan Kerja Dianggap Fatal

TARAKAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja pada proyek…

Jumat, 15 Maret 2019 14:20

Terbawa Arus, Nelayan Tenggelam di Bawah Tongkang

TARAKAN – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional…

Kamis, 14 Maret 2019 14:43

PLTSa Dibangun di Kawasan Kunak

TARAKAN – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) oleh…

Selasa, 12 Maret 2019 13:23

Jatuh dari Lantai 4, Pekerja Proyek RS Pertamedika Tewas

TARAKAN – Kecelakaan kerja terjadi di Tarakan. Junaidi (23), warga…

Senin, 11 Maret 2019 14:25

Sport Center Tak Dilirik Pusat

TARAKAN – Fasilitas olahraga di kompleks sport center yang belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*