MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KOMBIS

Jumat, 07 Desember 2018 11:36
Progres PLTMG Tanjung Selor Tembus 78,47 Persen
KUNJUNGAN KERJA: Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Machnizon Masri memeriksa progres pembangunan PLTMG Tanjung Selor dengan kapasitas 15 MW yang dikerjakan PT WIKA, kemarin (6/12).

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero), Machnizon Masri didampingi General Manager (GM) UIP Kalimantan Bagian Timur, Iswan Prahastono dan GM UIW Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Riza Novianto Gustam melakukan kunjungan kerja ke PLTU SAS dan PLMTG Tanjung Selor, Rabu (5/12).

Kunjungan itu untuk melihat progres pembangunan PLTMG Tanjung Selor yang berkapasitas 15 MW tersebut. Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke PLTU SAS milik IPP dari PT Sumber Alam Sekurau yang menghasilkan daya sebesar 7,5 MW dan telah diperjualbelikan ke masyarakat dengan sistem IPP.

Dalam kunjungan ke PLTU SAS, manajemen PT SAS menjelaskan bagaimana proses bisnis dilakukan sebagai IPP atau swasta dengan Izin Usaha Penyedia Tenaga Listrik (IUPTL) serta melihat kondisi pembangkit yang dibangun masih dalam proses konstruksi.

“Saat ini PLTU SAS menjadi tulang punggung untuk menyalurkan daya listrik di wilayah Kabupaten Bulungan, sehingga sudah mulai terpenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Machnizon.

Karena berdasarkan UU Nomor 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, pihak swasta diperbolehkan ikut serta dalam pemenuhan kebutuhan listrik nasional. Hal itu sebagaimana langkah IPP untuk membantu PLN dalam melakukan pembangunan pembangkit. Lalu energi listrik yang dihasilkan akan dijual kepada PLN kemudian disalurkan ke masyarakat.

Kabupaten Bulungan merupakan kunci utama dengan adanya rencana sistem kelistrikan interkoneksi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Karena tujuan dari sistem interkoneksi adalah kelistrikan yang terintegrasi, yaitu adanya kegiatan saling suplai daya yang dihasilkan, bukan hanya dari satu pembangkit tapi bisa disuplai dari pembangkit lain pada sistem tersebut. Sistem interkoneksi tersebut dihubungkan dengan jaringan transmisi SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Tanjung Selor yang saat ini sedang tahap konstruksi.

Hingga kemarin (6/12), progres pembangunan PLTMG Tanjung Selor yang berlokasi di Desa Gunung Seriang telah mencapai 78,47 persen, dengan target pekerjaan yang akan dicapai dalam waktu dekat yaitu melakukan backfeeding dan commissioning peralatan utama maupun pendukung.

Hal ini menjadi satu hal yang cukup penting, karena peralatan yang dibutuhkan harus laik uji terlebih dahulu sebelum beroperasi dan masuk sistem kelistrikan. Karena itu, PLN juga harus mempersiapkan ketersediaan pasokan listrik terkait kebutuhan dalam kegiatan commissioning peralatan di dalam pembangkit tersebut.

Machnizon akan terus melakukan peninjauan lapangan terkait progres pembangunan dengan tujuan memastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan dengan maksimal sesuai target yang direncanakan, sehingga energi listrik yang dihasilkan dapat segera dimanfaatkan.

Ia juga tidak lupa mengingatkan sebagai pelaksana usaha di lapangan, seluruh pihak wajib mematuhi peraturan Keamanan Kesehatan dan Keselamatan (K3) dalam bekerja. “Ini berlaku juga untuk vendor/kontraktor yang terlibat, seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai SOP serta keamanan yang berlaku di dalamnya,” pungkas Machnizon.(sam/adv/asa)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 19:48

Kaltara Boyong Piala Bergilir

<p><strong>JAKARTA</strong> &ndash; Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*