MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 10 Desember 2018 12:50
Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir
BELUM DILIRIK EKSPORTIR: Produk olahan mempunyai potensi untuk dipasarkan secara luas hingga ke luar negeri.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di sektor pertambangan: minyak dan gas bumi, batu bara maupun emas. Provinsi ke-34 ini, juga memiliki potensi hasil perkebunan, produk olahan, perikanan maupun pertanian.

Hanya saja, sektor non pertambangan itu diakui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltara, Budi Harsono Laksono, belum banyak dilirik para eksportir di provinsi bungsu ini.

"Terlepas dari komoditas utama (non pertambangan), yakni udang dan crude palm oil, masih banyak potensi di Kaltara yang bisa dikembangkan,” ujar Budi, belum lama ini.

Selain tidak banyak dilirik, dia juga mengatakan, penyebab faktor yang menghambat kinerja ekspor non tambang karena dipengaruhi jumlah eksportir di Kaltara yang belum banyak.

Menurutnya, untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan Kaltara, komoditas ekspor non tambang perlu menjadi perhatian. Selain itu, dia juga mengatakan, perlu upaya pertemuan pebisnis skala internasional untuk memetakan potensi di Kaltara.

“Cocoknya dipasarkan pada negara mana. Jadi, dari sektor hulu hingga hilir tidak terputus jalurnya,” ujarnya. 

Dia juga mengatakan, pemerintah daerah memiliki tugas untuk perluasan negara tujuan ekspor seperti Afrika, Eropa Timur, Arab dan Amerika Latin. Utamanya, untuk komoditas produk olahan dan potensi sumber daya alam. 

“Diversifikasi atau perluasan pasar, kita diarahkan kementerian. Bahkan, ini pun disampaikan Presiden saat Trade Expo Indonesia, Oktober lalu," ungkapnya. 

Secara teknis, pertambangan tergolong kuat untuk menjaga kondisi neraca perdagangan daerah. Hal ini dapat dilihat dari kondisi neraca yang surplus di tengah adanya peningkatan impor melebihi 100 persen (Januari–Oktober 2018 dibandingkan 2017). 

Menukil data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, 3 Desember lalu, hasil neraca perdagangan menunjukkan surplus atau nilai yang positif. Artinya, kinerja ekspor Kaltara masih lebih tinggi jika dibanding impor daerah. Secara kumulatif, neraca perdagangan tercatat surplus USD 839,06 juta atau setara dengan Rp 12,17 triliun (mengacu kurs tengah BI 6/12: Rp14.507). 

Angka tersebut diperoleh dari kinerja ekspor sebesar USD 910,02 juta (Rp 13,20 triliun), dikurangi dengan kinerja impor diangka USD 70,96 juta (Rp 1,03 triliun). Bila dibanding pada periode yang sama tahun lalu, capaian surplus USD 745,26 juta (Rp 10,81 triliun). Neraca perdagangan Kaltara mengalami tren positif diangka 12,58 persen. (uno/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*