MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Selasa, 11 Desember 2018 10:31
Genjot Penyelesaian RUPM untuk Tarik Investor
PANCING INVESTASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menjadi narasumber pada KIF 2017 di Jakarta.

PROKAL.CO, JAKARTA – Perencanaan penanaman modal yang konsisten dalam jangka panjang merupakan salah satu solusi untuk memenangkan persaingan ekonomi dengan daerah lain. Utamanya dalam usaha menarik investasi. 

Untuk itu, saat ini Pemprov Kaltara menggenjot penyelesaian Rencana Umum Penanaman Modal (RUMP). Dikatakan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, RUPM Kaltara merupakan bagian yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. 

“Melalui dokumen (RUPM, Red) itu, kegiatan penanaman modal di daerah diberikan arahan yang jelas dari sisi waktu, tempat, dan sektor yang sesuai dengan apa yang menjadi program dan kebijakan pemerintah daerah,” kata Irianto, Senin (10/12).

 Untuk Kaltara, implementasi RUPMP terbagi menjadi 3 fase. Yakni, fase I (jangka pendek), II (jangka menengah), dan III (jangka panjang). “Di fase I antara 1 sampai 2 tahun, dengan tema pengembangan penanaman modal yang relatif cepat menghasilkan (quick wins and low hanging). Lalu di fase II yakni 5 tahun ke depan, dengan tema percepatan pembangunan infrastruktur dan energi. Selanjutnya fase III antara 10 sampai 15 tahun ke depan, dengan tema pengembangan skala besar,” beber Gubernur.

 Pada fase I, langkah kebijakan yang akan diterapkan Pemprov Kaltara yaitu meningkatkan kapasitas dan kualitas PTSP, membuka hambatan dan melakukan penyederhanaan proses perizinan, pemberian fasilitas, kemudahan dan insentif penanaman modal UMKM produk unggulan, mengidentifikasi proyek penanaman modal yang siap ditawarkan, mengintensifkan promosi dalam dan luar negeri, menggalang kerja sama dengan pemerintah daerah/kabupaten/provinsi sekitar yang probisnis, serta membuka terobosan kebijakan untuk penanaman modal yang mendesak untuk diperbaiki. 

Pada fase II, kebijakannya meliputi peningkatan kualitas dan standar pelayanan PTSP, pemberian fasilitas, kemudahan dan insentif untuk penanaman modal yang terkait dengan infrastruktur dan energi, percepatan pembangunan infrastruktur dan energi melalui skema kerja sama pemerintah dan swasta (KPS), melakukan penyempurnaan atas peraturan daerah yang berkaitan dengan penanaman modal yang terkait dengan pembangunan infrastruktur dan energi, mengutamakan pembangunan yang terpadu (darat, laut, sungai dan udara) dan kawasan strategis, mendorong pembangunan utilitas untuk pemenuhan kebutuhan dasar di seluruh wilayah terlebih di daerah perbatasan dan terpencil, serta membangun regulasi daerah yang menjamin terselenggaranya pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 Di fase jangka panjang, Pemprov Kaltara akan melakukan pemetaan potensi sumber daya dan rantai nilai (value chain) distribusi untuk mendukung pengembangan klaster industri dan pengembangan ekonomi daerah. Selain itu, akan meningkatkan kualitas infrastruktur pada wilayah pengembangan industri skala besar. “Pemprov juga akan berkoordinasi dengan para pihak terkait penyusunan program dan sasaran lembaga atau instansi teknis penanaman modal dalam mendorong industrialisasi skala besar. Juga melakukan pengembangan sumber daya manusia yang handal dan memiliki keterampilan,” jelas Gubernur. 

Dikatakan, pada fase tersebut, Pemprov Kaltara juga akan mengembangkan pola collaborative management dalam pengelolaan kawasan konservasi dan lindung. Dan, terakhir meningkatkan intensitas kampanye tentang pentingnya lingkungan sehat dan mempertegas penegakan hukum terhadap kerusakan lingkungan.

 RUPM Kaltara disusun berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

 “Penyusunan RUPM Provinsi Kaltara diselaraskan dengan visi dan misi RUPM Nasional. Dimana visi RUPM Nasional hingga 2025 adalah penanaman modal yang berkelanjutan dalam rangka terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju dan sejahtera. Sedangkan misinya, membangun iklim penanaman modal yang berdaya saing, mendorong diversifikasi dan peningkatan kegiatan ekonomi yang bernilai tambah, serta mendorong pemerataan kegiatan perekonomian nasional,” ujar Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Risdianto. (humas)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 11:07

Gubernur Resmikan RKB SMAN 1 Sebatik

SEBATIK – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meresmikan ruang…

Rabu, 16 Januari 2019 11:06

Disiplin Kerja Jadi Penekanan Gubernur

SEBATIK – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Sebatik, Nunukan, Gubernur…

Rabu, 16 Januari 2019 11:04

Pemberkasan CPNS Berakhir 21 Januari

TANJUNG SELOR – Sesuai jadwal, masa pemberkasan bagi para peserta…

Rabu, 16 Januari 2019 10:59

YESS..!! Program Dokter Terbang Ada di 14 Wilayah

TANJUNG SELOR – Pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah tertinggal,…

Rabu, 16 Januari 2019 10:57

Beri Bantuan Rumah Ibadah hingga Pelaku UKM

SEBATIK – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan bantuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:08

Gubernur Sarankan Relokasi dan Hunian Pengganti

SEBATIK - Guna memastikan secara langsung progres sejumlah kegiatan pembangunan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:05

Nunukan, Wakili Kaltara Raih Penghargaan Adipura

TANJUNG SELOR – Kabupaten Nunukan menjadi satu-satunya wakil Kaltara yang…

Selasa, 15 Januari 2019 13:04

KP2KP Jadi KPP Mikro

TANJUNG SELOR – Sebagai ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor…

Selasa, 15 Januari 2019 13:03

Gubernur Minta Kinerja 2019 Lebih Baik

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Senin, 14 Januari 2019 12:55

Tujuh Sekolah Raih Adiwiyata

TANJUNG SELOR – Tujuh sekolah di Kaltara meraih penghargaan nasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*